Breaking News

Diterjang Lahar Dingin, 1.038 Warga Lumajang Mengungsi

Banjir lahar dingin di Lumajang, Jawa Timur bak air bah, terjang sejumlah jembatan vital hingga akses jalan terputus. (Istimewa/ Dok.BBPJN)


WELFARE.id-Bupati Lumajang Thoriqul Haq atau Cak Thoriq menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari usai terjadinya bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru. "Saya sudah menetapkan tanggap darurat selama 14 hari. Saya menugaskan Pak Sekda untuk menunjuk satgas darurat bencana," katanya, dikutip Senin (10/7/2023).

Menurutnya, cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi selama beberapa hari mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah. Bahkan, terjangan keras material lahar dingin Semeru juga mengakibatkan beberapa jembatan mengalami kerusakan hingga terputus dan tidak bisa dilalui.

Oleh karena itu, lanjutnya, fokus utama Pemerintah Kabupaten Lumajang adalah keselamatan jiwa bagi warga yang terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru. Di tengah intensitas hujan yang masih tinggi, bupati yang akrab disapa Cak Thoriq mengimbau agar warga di tepian sungai yang dilewati aliran lahar dingin Gunung Semeru untuk mengungsi sampai kondisi dipastikan aman.

"Masyarakat yang ada di tepian lahar dingin kami evakuasi ke tempat pengungsian di beberapa balai desa termasuk yang ada di Balai Desa Jarit," urainya. Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus melakukan asesmen untuk menginventarisir dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut.

"Yang perlu kami segerakan adalah normalisasi akses segera bisa diurai dan dibersihkan. Berikutnya kami akan menginventarisir infrastruktur yang perlu dibenahi kembali," janjinya.

Ia menjelaskan, beberapa jembatan yang ada di jalan kabupaten juga terputus juga sudah di inventarisasi. Beberapa jembatan rusak di antaranya jembatan penghubung Desa Tumpeng dan Desa Kloposawit terputus total, Jembatan Gantung Kali Regoyo mengalami kerusakan parah, Jembatan Limpas Kaliputih dan jembatan di perbatasan Lumajang - Malang juga terputus total.

Sementara itu,  sejauh ini, warga terdampak tanah longsor dan banjir lahar hujan Gunung Semeru mengungsi di Balai Desa Jarit, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, hingga Minggu (9/7/2023) kemarin terdata, sedikitnya 1.038 orang mengungsi di 18 titik pengungsian. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melihat langsung sekaligus memberikan semangat kepada para pengungsi. 

Selain itu, dia juga menyerahkan secara langsung bantuan sosial berupa paket sembako dan paket bagi lansia dan ibu menyusui. Kepada anak-anak, dia memberikan mainan dan peralatan sekolah.

"Innalillahiwainnailaihi rojiun, semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta kesabaran,” paparnya. Selain layanan psikososial, di posko tersebut sudah tersedia tim kesehatan, lalu dapur umum yang dapat menyiapkan 3.000 untuk tiga kali makan sehari.

Mantan Mensos RI itu menekankan agar masyarakat tidak perlu panik karena semua kebutuhan para pengungsi telah disiapkan. “Saya imbau agar tenang dan tidak panik. Namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Saat ini utamakan keselamatan, dan ikuti instruksi dari pihak petugas agar aman dan selamat,” tuntasnya. (tim redaksi)


#pengungsi

#banjirlahardingin

#gunungsemeru

#banjirbandang

#pengungsian

#wargalumajangmengungsi

#banjirbandangdilumajang

Tidak ada komentar