Breaking News

Diduga Terima Aliran Dana Kasus Korupsi BTS Bakti Kominfo, Menpora Dito Ariotedjo Diperiksa Kejagung Hari Ini



WELFARE.id-Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo, hari ini. Pemanggilan dilakukan oleh tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam proyek pembangunan serta penyediaan infrastruktur BTS 4G BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) 2020-2022. Jampidsus Febrie Adriansyah membenarkan rencana pemeriksaan terhadap Dito tersebut. 

"Benar, hari ini diperiksa,” singkatnya, dalam keterangan yang dikutip Senin (3/7/2023). Febrie menambahkan, tim penyidikannya akan memeriksa Dito sebagai saksi terkait kasus yang menyebabkan keuangan negara sebesar Rp8,03 triliun tersebut. 

Namun, dirinya belum bersedia membeberkan materi pemeriksaan terhadap menteri termuda dalam Kabinet Jokowi-Maruf tersebut. Dito diduga menerima aliran dana yang berasal dari korupsi BTS 4G BAKTI. 

Dugaan adanya aliran uang haram tersebut, bersumber dari terdakwa Irwan Hermawan (IH). Irwan adalah komisaris di PT Solitech Media Synergi.

Dalam kasus tersebut, Irwan akan didakwa dalam persidangan perdana, Selasa (4/7/2023) besok. Terungkap dalam dakwaan para terdakwa yang sudah dibacakan saat persidangan, Selasa (27/6/2023), termasuk dalam dakwaan terdaka eks Menkominfo Johnny Gerard Plate (JG), Irwan memperkaya diri sendiri senilai Rp119 miliar.

Irwan disebut-sebut memberikan pengakuan dari sebagian keuntungan ilegal yang didapatnya itu diberikan ke Dito senilai Rp27 miliar. Penyerahan uang haram itu dilakukan Irwan pada November-Desember 2022.

Saat itu, Dito belum menjabat sebagai menpora. Melainkan masih sebagai staf khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga selaku ketua umum Partai Golkar.

Dito, putra dari mantan dirut PT ANTAM itu juga adalah politikus Partai Golkar dari kalangan anak-anak muda. Irwan diduga memberikan uang Rp27 miliar kepada Dito untuk ‘menetralisir’ pengusutan kasus korupsi BTS 4G BAKTI Kemenkominfo yang merugikan negara Rp8,03 triliun itu.

Terkait pemberian uang ke Dito tersebut, pengacara Irwan Hermawan, Maqdir Ismail, menyebut, kliennya tidak mengungkapkan hal tersebut dengan gamblang, seperti yang diungkapkan Kejagung. "Dalam keterangan Irwan sebagai tersangka (terdakwa) tidak sejelas itu," akunya, dikutip Senin (3/7/2023). 

Menurutnya, Irwan sebagai saksi itulah, menurut Maqdir, kliennya menjelaskan memperoleh setotal Rp243 miliar dari tujuh sumber setoran berbeda-beda terkait pembanguan BTS 4G BAKTI. Dari Rp243 miliar yang diterima Irwan tersebut, disebarkan ke-11 pihak penerima. 

Dari 11 pihak penerima tersebut, sebesar Rp27 miliar diberikan kepada nama Dito Ariotedjo. "Bahwa dapat saya jelaskan terhadap penerimaan dan pengeluaran uang yang bersumber dari kegiatan pembangunan BTS 4G BAKTI tahun 2020 sampai dengan tahun 2022, adalah atas arahan dari saudara Anang Latif selaku direktur utama BAKTI,” begitu kata Irwan dalam pengakuannya di BAP sebagai saksi. 

Terpisah, merespons pemanggilan dirinya hari ini, Dito mengaku siap. "Ini adalah pelajaran dan pengalaman yang berharga sebagai politisi muda. Khususnya ini yang kita hadapi sebagai politisi jadi harus siap menghadapi segala tantangan," kata Dito usai menghadiri LPS Monas Half Marathon 2023 di stadion Istora, Jakarta, Minggu (2/7/2023).

Ia mengatakan, akan membuka sesi khusus untuk mengundang media terkait dengan kesaksiannya mengenai kasus korupsi BTS Kominfo periode 2020-2022. "Jadi kami hadapi dan kami yakin, untuk lebih detail-nya bisa beli majalah dan koran-nya (terkait pemanggilan Kejagung) atau nanti tunggu undangan dari saya," tuntasnya. (tim redaksi)


#ditoariotedjo

#menpora

#kasusdugaankorupsiBTS4Gbaktikominfo

#alirandana

#menporadipanggilkejagung

#kasusdugaankorupsi

Tidak ada komentar