Breaking News

Diduga Bahan Baku Bom Ikan, Polairud Polda NTT Temukan 2,5 Ton Pupuk dan 11 Detonator dalam Bunker

Tim Direktorat Polairud Polda NTT membongkar bahan baku bom ikan sebanyak 101 karung pupuk seberat 2,5 ton serta 11 detonator yang disembunyikan di dalam bunker. (Istimewa)


WELFARE.id-Tim Direktorat Polairud Polda NTT membongkar keberadaan bahan baku bom ikan sebanyak 101 karung pupuk seberat 2,5 ton serta 11 detonator yang disembunyikan di dalam bunker. Bahan baku bom ikan tersebut adalah pupuk yang ditemukan dalam kondisi tanpa merek di sebuah bunker atau ruang bawah tanah di Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

"Lubang bunker yang dibangun sejak 2011 tersebut diduga dijadikan tempat menimbun pupuk sudah sejak lama,” kata Dirpolairud Polda NTT, Kombespol Nyoman Budiarja di Mapolda NTT, dikutip Selasa (4/7/2023). Pupuk tersebut diduga akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan bom ikan. 

Pengeboman kerap digunakan nelayan untuk menangkap ikan secara ilegal di wilayah NTT. Tersangka AA mengaku, ia mengumpulkan pupuk dari sejumlah lokasi. 

Selain didapat dari Sulawesi Selatan, Pulau Sape di Nusa Tenggara Barat , Pulau Palue, Pulau Sukun, hingga Flores Timur. Bahan-bahan ini diperjualbelikan di selat Giribata, Nusa Tenggara Barat.

Tersangka membeli bahan pupuk ini dengan harga Rp2,3 juta per karung dan dijual kembali seharga Rp2,5 juta. Namun polisi tidak percaya begitu saja dengan keterangan tersangka.

Barang bukti saat ini diamankan di Pos Pol Air Maumere. "Kami berhasil mengungkap bunker bawah tanah di Pulau Pemana Kabupaten Sikka, dengan barang bukti 2,5 ton pupuk tanpa izin dan saat ini pelaku AA dan semua barang bukti sudah diamankan untuk dilakukan proses penyidikan oleh penyidik Ditpolairud Polda NTT," tuntasnya. (tim redaksi)


#penemuanbahanbakubomikandiNTT

#bahanbakubomikan

#detonator

#pupuk

#bomikan

#barangbuktibahanbomikan

#pupukditimbun

Tidak ada komentar