Breaking News

Cinema XXI Siap Melantai di Bursa, 65% Dana Publik Diplot untuk Ekspansi Bisnis

Suasana di dalam bioskop XXI. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam salinan prospektus, dikutip Jumat (7/7/2023), Cinema XXI akan menawarkan sebanyak-banyaknya 8,33 miliar saham dengan nominal Rp8 per saham. 

Ini setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor usai IPO. Perusahaan pengelola jaringan bioskop XXI tersebut berencana untuk melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham dengan harga penawaran awal Rp270-288 per lembar. 

Melalui penawaran IPO tersebut, perusahaan berpotensi mengantongi dana hingga Rp2,4 triliun. Cinema XXI dalam melakukan IPO juga akan melaksanakan program saham untuk karyawan (ESA) sejumlah 0,13 persen saham atau setara 11.112.000 (11,11 juta) saham.

Di samping IPO, Cinema XXI juga akan melaksanakan private placement 10 persen saham kepada beberapa investor strategis. Pelepasan saham dilakukan oleh PT Harkatjaya Bumipersada (HJB) sebanyak 8 persen, dan PT Adi Pratama Nusantara (APN) sejumlah 2 persen. 

Penjamin pelaksana emisi efek ialah PT Indo Premier Sekuritas, PT JP Morgan Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT UBS Sekuritas Indonesia. Penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian.

Susunan pemegang saham Cinema XXI sebelum aksi IPO ialah HJB 71,99 persen, APN 18 persen, dan Salween Investment Private Limited (SIP) 0,01 persen. Setelah IPO, ESA, dan private placement, susunan pemegang saham menjadi HJB 63,99 persen, APN 16 persen, SIP 0,01 persen, ESA 0,01 persen, dan masyarakat 19,99 persen. 

Namun demikian, ada call option agreement antara HJB dan APN dengan SIP untuk mengambil saham Cinema XXI. Jika opsi ini terjadi maka susunan pemegang saham Cinema XXI nantinya menjadi HJB 45,99 persen, APN 11,5 persen, SIP 22,51 persen, ESA 0,01 persen, dan masyarakat 19,99 persen.

Pihaknya tidak lupa menyampaikan rencana penggunaan dana IPO. Sekitar 65 persen akan digunakan untuk ekspansi jaringan bioskop Cinema XXI, melalui pengembangan bioskop dan/atau teater baru untuk menambah jumlah layar. 

Cinema XXI juga akan membeli proyeksi gambar dan suara dengan teknologi baru yang diperlukan untuk pembangunan tersebut. Selanjutnya, sekitar 20 persen dana IPO untuk pembayaran lebih awal utang ke Bank BRI (BBRI) senilai Rp1,39 triliun. 

Setelah pembayaran, saldo kewajiban perseroan menjadi Rp917,10 miliar. Sisanya 15 persen dana IPO untuk modal kerja, termasuk pembelian barang dan jasa dalam rangka mendukung kegiatan usaha Cinema XXI. 

Sejak 1987, Cinema XXI telah menghadirkan 1.235 layar di 230 lokasi bioskop yang tersebar di 71 kota di seluruh Indonesia, dan akan terus berkembang untuk mencapai target 2.000 layar dalam 5 tahun ke depan. Pada 2022, pendapatan Cinema XXI mencapai Rp4,40 triliun, naik dari Rp1,28 triliun pada 2021, Rp1,21 triliun pada 2020, tetapi masih di bawah 2019 senilai Rp6,89 triliun. 

Dari sisi laba, Cinema XXI mencatatkan Rp504,53 miliar pada 2022, berbalik dari rugi Rp365,80 miliar pada 2021, dan rugi Rp578,87 miliar pada 2020. Pada 2019, laba perseroan mencapai Rp1,27 triliun. 


Jadwal IPO Cinema XXI:


Masa penawaran awal: 10-14 Juli 2023 

Perkiraan tanggal efektif: 25 Juli 2023 

Perkiraan masa penawaran umum saham perdana: 27 Juli-31 Juli 2023 

Perkiraan tanggal penjatahan: 31 Juli 2023 

Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik: 1 Agustus 2023 

Perkiraan tanggal pencatatan di BEI: 2 Agustus 2023. (tim redaksi)


#IPO

#saham

#cinemaXXI

#jaringanbioskop

#penawaranumumsahamperdana

#bursaefekindonesia

#BEI

Tidak ada komentar