Breaking News

Butuh Waktu 4 Bulan Pengerjaan, Akses Jalan Jembatan yang Rusak Diterjang Banjir Lahar Dingin

Banjir lahar dingin Gunung Semeru menyebabkan akses jalan nasional putus dan ribuan warga mengungsi. (Istimewa/ net)


WELFARE.id-Setidaknya tiga orang meninggal dunia dan lebih dari 1.000 orang mengungsi akibat banjir lahar dingin dan longsor yang terjadi di kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ini bukan banjir lahar pertama yang terjadi di Semeru, tapi kali ini lebih merusak.

Banjir lahar dingin Gunung Semeru terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu. Warga mengatakan banjir lahar dingin yang terjadi Jumat (7/7/2023) “lebih besar” dibandingkan banjir serupa sebelumnya, sehingga kerusakan yang ditimbulkannya disebutkan lebih parah.

"Banjir lahar pada Februari tidak sebesar ini, karena amplitudo maksimalnya tidak sampai over dan dilereng gunung tidak ada hujan,” kata Sekretaris Desa Sumberwuluh Samsul Arifin,  dikutip Selasa (11/7/2023). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mencatat lima rumah rusak, lima jembatan putus, satu tanggul penahan jebol, dan satu dam jebol setelah diterjang banjir lahar dingin, dan tiga orang meninggal dunia ditimbun longsor akibat "dampak cuaca ekstrem".

Menjalani tanggap darurat Lumajang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan dana sebesar Rp11,5 miliar untuk percepatan penanganan bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, dukungan bantuan ini untuk pembangunan kembali sebanyak 5 jembatan yang hancur akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru.

"Dukungan BNPB memang cukup signifikan. Ada 5 jembatan yang hancur akibat lahar dingin, kita lihat jembatan penyeberangan, manusia, motor, dan ada jalur piket nol kilometer 59 yang sempat putus akibat longsor itu sudah bisa diakses kembali,” kata Aam sapaan akrab Abdul Muhari pada Disaster Briefing, dikutip Selasa (11/7/2023).

Total hasil koordinasi, lanjutnya, untuk sementara ada Rp11,5 miliar dukungan yang akan disalurkan oleh BNPB dalam bentuk perbaikan jembatan 2 unit, bronjong untuk membatasi atau meninggikan batas aliran lahar dingin supaya tidak melebar ke jalur-jalur pemukiman warga. Aam pun mengatakan, untuk dua jembatan yang rusak diperkirakan akan bisa dioperasikan lagi dalam 2 sampai 4 bulan kedepan. (tim redaksi)


#BPBDlumajang

#BNPB

#jembatanrusak

#banjirlahardinginlumajang

#gunungsemeru

#jembatanputus

#aksesjalanterputus

Tidak ada komentar