Breaking News

Buntut Polemik Pemilik Ruko Niaga Blok Z vs Ketua RT Riang Prasetya, Kamaruddin: Ada Dugaan Sejumlah Pelanggaran Hukum

 
Pengacara Kamaruddin Simanjuntak. (Istimewa/ net)


WELFARE.id-Polemik pemilik ruko Jalan Niaga Blok Z Utara dan Selatan, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara dengan Ketua RT setempat Riang Prasetya memasuki babak baru. Para pemilik ruko yang terpaksa membongkar ruko mereka karena dituding menyerobot lahan fasum, memakan badan jalan, dan menutupi saluran air merasa diperlakukan tidak adil.

Mereka akhirnya menunjuk kuasa hukum Kamaruddin Simanjuntak untuk melaporkan Ketua RT Riang Prasetya. Kuasa hukum pemilik ruko, Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan Riang Prasetya ke Polda Metro Jaya atas dugaan beberapa pelanggaran hukum.

Ia menyebut, Riang Prasetya diduga kuat melakukan beberapa pelanggaran hukum dalam kasus ini. Bahkan, pengacara keluarga Brigadir J itu, menunjukkan sejumlah bukti bahwa Riang Prasetya diduga memiliki misi terselubung di balik kisruh puluhan ruko yang dituding serobot lahan fasum.

"Jadi di sini ada percakapan antara Pak RT dengan Pak RW," kata Kamaruddin menunjukkan bukti percakapan Riang perihal rencana pembangunan Chinatown kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/7/2023). Di hadapan wartawan, ia menambahkan, pembongkaran ruko dengan dalih menyerobot fasum diduga hanyalah cara Riang untuk bisa membangun proyek Chinatown di lingkungannya. 

"Dengan wacana ini (Chinatown), maka harus ada pelaksanaan normalisasi pelebaran jalan dan fungsi saluran got," ungkapnya membacakan percakapan daring Riang. Kepada awak media, Kamaruddin juga memperlihatkan gambaran Chinatown yang diduga akan dibangun Riang di area Blok Z4 Utara dan Z8 Selatan Jalan Niaga Pluit.

"Dia yang menggagas. Soal siapa yang ada di belakangnya nanti akan saya informasikan pasca dia diperiksa polisi," tegasnya. 

Sementara itu, terpisah sebelumnya, Ketua RT Riang Prasetya merespons tudingan Kamaruddin Simanjuntak soal ruko-ruko di Pluit yang dibongkar untuk pembangunan Chinatown. Riang memandang setiap tudingan mesti disertai dengan landasan hukum yang jelas.

"Bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk membuat laporan terhadap seseorang. Namun segala tuduhan kepada seseorang haruslah berlandaskan hukum yang mengaturnya," kata Riang kepada wartawan, Sabtu (24/6/2023) lalu, usai dirinya mengetahui dirinya sebagai terlapor.

Meski begitu, sebagai pihak terlapor, Riang memiliki hak melakukan pembuktian. Pasalnya, Riang menegaskan seluruh tudingan yang dialamatkan untuknya tidaklah benar.

"Pihak terlapor memiliki hak yang sama di mata hukum untuk melakukan klarifikasi dan pembuktian bahwa seseorang itu tidak bersalah dan membuktikan tuduhan tersebut tidak benar," tegasnya. Riang juga menyayangkan sikap Kamaruddin yang melontarkan tudingan tak berdasar kepadanya. 

"Bapak Kamaruddin Simanjuntak yang saya kenal adalah seorang advokat yang dikenal masyarakat realistis. Harusnya menyikapi permasalahan ini juga secara objektif, bukan malah menuduh saya tanpa bukti hukum," ucapnya.

Sebelumnya, Kamaruddin menyebut ada rencana pembangunan Chinatown di balik pembongkaran ruko 'makan jalan'. Dia menuding ada 'jawara' di belakang pembongkaran ruko itu.

"Kemudian, siapa sih di belakang ini? Di belakang ini, kami dengar ada jawara. Jadi supaya jawaranya muncul ke permukaan, kita press conference. Karena ada jawara yang memainkan. Katanya mau dibangun di sini Chinatown," kata kuasa hukum pelapor Kamaruddin Simanjuntak kepada wartawan, Jumat (23/6/2023) lalu.

Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari warga sekitar. Namun, dirinya enggan merinci soal tudingan tersebut. 

Namun, ia mengklaim beking itu untuk kepentingan membangun Chinatown di wilayah tersebut. "Nggak tahu. Yang jelas, ada gerakan Chinatown. Apakah itu swasta, apakah itu JakPro, kita nggak tahu yang mana. Tapi, yang jelas, ada jawaranya," yakinnya.

"Pokoknya, jawaranya itu kelasnya luar biasa. Kelasnya bikin Chinatown, itu sudah sangat besar. Tapi dia belum kelihatan sekarang. Yang dikeluarkan adalah Pak RT-nya," imbuhnya.

Ruko 'makan jalan' di Pluit itu dibongkar setelah dinyatakan melanggar aturan oleh Pemkot Jakut. Pembongkaran dilakukan oleh Satpol PP. Namun pemilik protes dan menuding Ketua RT setempat sebagai pemicu masalah. (tim redaksi)


#polemikpemilikrukoniagapluit

#pembongkaranrukodipluit

#riangprasetya

#rukocaplokbahujalan

#rukopluitdibongkar

#kamaruddinsimanjuntak

Tidak ada komentar