Breaking News

Beberkan Fakta Statemen Panji Gumilang yang Kontroversial, MUI Siap Keluarkan Fatwa

Kantor MUI. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Kontroversi Pondok Pesantren Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang terus bergulir. Berbagai pihak telah menyiapkan berbagai mitigasi penyelamatan para santri.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengaku telah menyiapkan dua fatwa baru untuk merespons pernyataan kontroversial pengasuh Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang. Dua fatwa itu yakni Fatwa Alquran merupakan kalam Allah SWT dan Fatwa Tuhan mengetahui semua bahasa.

Panji sempat melontarkan pernyataan kontroversial bahwa Alquran bukan kalam Allah SWT, melainkan kalam Rasulullah. Panji juga mengatakan Allah SWT tak mengerti bahasa Indramayu.

"(Fatwa) terkait pernyataan Panji bahwasanya Alquran bukan kalamullah tapi kalam Rasul dan kedua adalah soal Tuhan tak tahu bahasa Indramayu," kata Anwar kepada wartawan, dikutip Rabu (5/7/2023).

Ia menilai, ucapan Panji yang menganggap Alquran bukan sebagai kalam Allah bertentangan dengan firman-firman Allah. Menurutnya, Panji yang menganggap Tuhan tak mengerti bahasa Indramayu sama saja melecehkan Tuhan yang memiliki sifat maha tahu.

"Tidak ada yang tak diketahui oleh Allah. Semut hitam di tengah malam gelap gulita Tuhan tau. Apa yang tergores oleh kita di hati kita Tuhan tau," imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, Tuhan pasti mengerti semua bahasa yang dimiliki oleh semua makhluk ciptaannya. Bahkan, ia mengatakan niat di dalam hati seorang manusia pun Tuhan pasti mengetahuinya.

"Orang punya niat baik tidak dilaksanakan dapat satu pahala, punya niat baik dan dilaksanakan dapat dua pahala. Kalau punya niat buruk dapat satu dosa. Nah kalau (berdasarkan pernyataan Panji) orang Indramayu punya niat baik, berarti kan sama saja enggak tahu Tuhan," paparnya lagi.

MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa yang mengatur bila seorang wanita menjadi khatib salat Jumat di hadapan para jemaah laki-laki maka salat Jumat-nya menjadi tak sah. Hal ini tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 38 Tahun 2023 tentang Wanita Menjadi Khatib dalam Rangkaian Salat Jumat.

Fatwa ini dikeluarkan untuk merespons pernyataan Panji yang sempat mengisyaratkan membolehkan santri putri untuk menjadi khatib Salat Jumat. Ponpes Al-Zaytun mendapat sorotan luas lantaran muncul dugaan ajaran menyimpang. 

Pesantren ini disorot sejak beredarnya video saf salat Id campur antara perempuan dan laki-laki pada April lalu. Selain itu, Panji yang sudah diperiksa Bareskrim Polri sempat melontarkan pelbagai pernyataan kontroversial yang dianggap menghina agama.

Bahkan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat (Jabar) telah mengharamkan orang tua menyekolahkan anak-anak mereka di Pondok Pesantren Al-Zaytun. (tim redaksi)


#ponpesalzaytun

#panjigumilang

#majelisulamaindonesia

#MUI

#kontroversialzaytun

#fatwaMUI

Tidak ada komentar