Breaking News

AI Rambah Sektor Pariwisata, PHRI: Kurangi Penyerapan Tenaga Kerja

Pemanfaatan AI di bidang pariwisata. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Teknologi Artificial Intelligence (AI) merambah ke berbagai sektor. Tak terkecuali sektor pariwisata.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sutrisno Iwantoro mengungkapkan, penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan setelah pandemi COVID-19.

Iwantoro menambahkan, banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh tenaga manusia kini dapat digantikan oleh teknologi. Sebagai contoh, banyak hotel dan restoran yang telah mengadopsi otomatisasi dalam operasional mereka, sehingga pekerja di sektor ini harus memiliki kemampuan multitasking untuk dapat menangani berbagai tugas.

Ia juga mengungkapkan, bahwa sistem pemasaran dan pemesanan di hotel dan restoran saat ini tidak lagi bergantung pada tenaga manusia. Ia memprediksi bahwa di masa depan, akan semakin banyak jenis pekerjaan manusia yang digantikan oleh teknologi.


Manfaat AI dalam Sektor Pariwisata


AI adalah teknologi yang mampu melakukan tugas-tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh manusia, seperti pengenalan wajah dan suara, pemrosesan bahasa alami, dan pengambilan keputusan. Dalam industri pariwisata, AI dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengoptimalkan pengelolaan inventaris dan sumber daya manusia.

Contoh penggunaan AI dalam pariwisata adalah chatbot yang dapat membantu pengguna dalam memesan kamar hotel atau membeli tiket wisata secara otomatis. Selain itu, AI juga dapat membantu perusahaan pariwisata dalam menganalisis data pelanggan dan memberikan pengalaman wisata yang lebih personal.


Penggunaan AI dalam pariwisata dapat memberikan berbagai keuntungan, antara lain:

- Personalisasi pengalaman wisata

Dengan menggunakan AI, perusahaan pariwisata dapat membuat pengalaman wisata yang lebih personal dan sesuai dengan preferensi pelanggan.

- Penghematan biaya dan waktu

AI dapat membantu perusahaan pariwisata dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan pengelolaan inventaris dan sumber daya manusia.

- Analisis data yang lebih cepat dan akurat

Dengan menggunakan AI, perusahaan pariwisata dapat melakukan analisis data pelanggan yang lebih cepat dan akurat, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam mengembangkan bisnis mereka.

- Peningkatan keamanan dan kenyamanan

Penggunaan teknologi AI seperti facial recognition dan voice recognition dapat membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan dalam perjalanan mereka.


Ada beberapa jenis AI yang digunakan dalam industri pariwisata, antara lain:

- Machine learning

Teknologi ini memungkinkan mesin untuk belajar dari data dan membuat keputusan tanpa intervensi manusia. Machine learning dapat digunakan dalam analisis data pelanggan, prediksi permintaan, dan personalisasi pengalaman pelanggan.

- Chatbot

Chatbot adalah program komputer yang dapat melakukan percakapan dengan pengguna melalui chat atau suara. Dalam industri pariwisata, chatbot dapat digunakan untuk membantu pelanggan dalam memesan kamar hotel atau membeli tiket wisata.

- Facial recognition

Teknologi ini memungkinkan perusahaan pariwisata untuk mengidentifikasi dan memverifikasi identitas pelanggan secara otomatis melalui pengenalan wajah.

- Voice recognition

Teknologi ini memungkinkan perusahaan pariwisata untuk mengidentifikasi dan memverifikasi identitas pelanggan secara otomatis melalui pengenalan suara.

- Augmented reality

Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melihat dunia nyata dengan elemen digital yang disisipkan di dalamnya. Dalam industri pariwisata, augmented reality dapat digunakan untuk membuat pengalaman wisata yang lebih menarik dan interaktif. (tim redaksi)


#pemanfaatanAI

#artificialintelligence

#AIdiindustripariwisata

#pengalamanwisatayanginteraktif

#PHRI

#industripariwisata

Tidak ada komentar