Breaking News

7 Kebiasaan Ini Picu Pendarahan Otak, Nomor 1 Sulit Ditolak

Pendarahan otak. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Budayawan Emha Ainun Nadjib atau dikenal dengan nama Cak Nun tengah beristirahat total di rumah sakit. Ia dilarikan ke rumah sakit pekan lalu, usai diduga mengalami pendarahan otak.

Dokter pribadi Emha Ainun Nadjib Eddy Supriyadi memastikan, kondisi kesehatan budayawan suami mantan aktris Novia Kolopaking itu kini mulai membaik. "Alhamdulillah, kondisinya terus membaik. Masih butuh istirahat di rumah sakit," kata Eddy, melansir antara, Selasa (11/7/2023).

Menurut Guru Besar bidang kesehatan dan dokter ahli syaraf Unika Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turuna, Sp.S (K), pendarahan otak bisa terjadi karena dua hal, yakni pipa pada otak tersumbat atau pipa tersebut pecah. Menurut Yuda, mengalami pendarahan otak saat di kamar mandi memang cukup sering terjadi. 

Sebab, banyak faktor yang dapat terjadi seperti ngeden atau mengejan terlalu kuat atau bersin yang sangat kuat. Pendarahan otak merupakan salah satu tipe stroke. 

Pendarahan berasal dari arteri yang pecah, lalu darah merembes pada jaringan dan membunuh sel-sel otak. Melansir laman siloamhospitals.com, banyak orang yang mengalami perdarahan otak memiliki gejala mirip stroke, seperti mengalami kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, atau mati rasa. 

Perdarahan otak merupakan kondisi medis serius yang perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan segera oleh dokter di rumah sakit. Melansir berbagai sumber, berikut kebiasaan yang apabila dilakukan terus-menerus dapat memicu pendarahan otak:


1. Makan Makanan Berlemak dan Cepat Saji

Kebiasaan makan daging berlemak tanpa diimbangi sayuran atau makanan nabati, sangat bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Mengutip uma.ac.id, Selasa (11/7/2023), tingginya kandungan kolesterol dan lemak darah yang menumpuk di pembuluh darah dapat menyebabkan aterosklerosis, yakni pengerasan pembuluh darah arteri. 

Saat plak terus mengendap, maka pembuluh darah akan menjadi rapuh dan berisiko lebih besar mengalami kerusakan bahkan pecah. Sering makan makanan cepat saji juga dapat memicu kolesterol tinggi karena mengandung lemak trans atau lemak jenuh. Selain itu, kandungan nutrisi makanan cepat saji juga rendah, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan.


2. Minum-minuman Keras

Memiliki kebiasaan minum alkohol lebih dari dua gelas sehari juga dapat menyebabkan kolestrol tinggi. Diketahui, kolesterol tinggi yang dibiarkan menahun juga merupakan salah satu sebab pecah pembuluh darah di otak.


3. Kurang Olahraga

Orang yang tidak berolahraga semakin meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Apalagi jika dibarengi dengan gaya hidup tidak sehat seperti merokok, obesitas, dan lainnya. 

Tekanan darah yang tinggi pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan kondisi dinding pembuluh darah menjadi rusak sehingga membuatnya menjadi kaku dan mengalami penyempitan. Seiring waktu, tekanan darah tinggi yang terus-menerus juga akan menyebabkan pembuluh darah melemah dan kemudian menonjol (aneurisma). Aneurisma dapat pecah sewaktu-waktu dan menyebabkan pendarahan dalam yang berakibat fatal.


4. Pola Tidur yang Buruk

Kualitas tidur yang buruk merupakan salah satu faktor risiko hipertensi pada orang dewasa. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan endokrin yang dapat berkontribusi menyebabkan gangguan kardiovaskular.

Selain itu, kualitas tidur yang buruk juga menjadi faktor resiko hipertensi yang dapat memicu aneurisma pecah.

Penyebab pendarahan otak dapat beragam seperti trauma pada kepala, tekanan darah tinggi, aneurisma (pembuluh darah lemah dan pecah), kelainan pembuluh darah, dan konsumsi obat pengencer darah. 


5. Merokok 

Merokok adalah kebiasaan berbahaya dan memicu aneka ragam penyakit. Tak hanya pendarahan otak pemicu stroke hemoragik, merokok juga memicu masalah pernapasan. 


6. Stres 

Stres bisa menaikkan tensi darah, sehingga membebani kerja pembuluh darah. Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung. 

Hormon-hormon ini juga dapat mempersempit pembuluh darah, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah. Efek peningkatan tekanan darah akibat stres cenderung terjadi sementara. 


7. Obesitas 

Obesitas dan kelebihan berat badan erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi, tentunya juga meningkatkan potensi terjadinya pendarahan otak. Bahkan kedua hal ini dinilai sebagai penyebab hipertensi yang paling sering terjadi. 

Semakin berat massa tubuh, semakin banyak darah yang diperlukan untuk mengantar oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Hal ini tentu menjadi penyebab kerja jantung lebih keras dari biasanya, sehingga tekanan darah lama-lama akan naik dan hipertensi pun tidak dapat dihindari. (tim redaksi)


#pendarahanotak

#caramencegahpendarahanotak

#kebiasaanyangberisikopendarahanotak

#hipertensi

#kebiasaanmerokok

#obesitas

Tidak ada komentar