Breaking News

2 Jam Diperiksa KPK, Istri Rafael Alun Trisambodo Pilih Bungkam dan Tutupi Wajah

Tangkapan layar saat Rafael Alun Trisambodo dan sang istri Ernie Meike Torondek diwawancara terkait penganiayaan yang melibatkan anak mereka, Mario Dandy Satrio sebagai pelakunya. (Istimewa)


WELFARE.id-Kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan pejabat Dirjen Pajak, Rafael Alun Trisambodo, terus bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi. Tim penyidik KPK sudah menyita sejumlah aset Rafael dan terus mencari keberadaan aset lain yang dibeli dari uang hasil korupsi.

Tidak berhenti hanya di diri Rafael, KPK juga akhirnya memeriksa anggota keluarga Rafael yang lain. Sebelumnya, Mario Dandy juga sudah dihadirkan untuk dimintai keterangan. 

Hari ini, KPK memanggil saksi lainnya. Salah satunya adanya istri Rafael Alun, Ernie Meike Torondek.

"Hari ini (4/7/2023), pemeriksaan saksi TPK Gratifikasi dan TPPU terkait pemeriksaan perpajakan pada Dirjen Pajak Kementerian Keuangan RI, untuk tersangka RAT," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (4/7/2023).

Selain istri Rafael, ada sejumlah saksi lain yang juga diperiksa KPK, hari ini. "Pemeriksaan dilakukan di Komisi Pemberantasan Korupsi Jalan Kuningan Persada Kav. 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," kata Ali

Usai diperiksa sekitar 2 jam, Ernie turun dari ruang pemeriksaan KPK. Dia tiba di gedung KPK pukul 10.08 WIB mengenakan pakaian kemeja berwarna putih.

 Tepat pukul 12.05 WIB, Ernie keluar dair ruang pemeriksaan dengan wajah yang ditutupi buku. Dia juga enggan menjawab pertanyaan wartawan yang sudah menunggunya dan memilih langsung naik ke kendaraan yang sudah menunggunya.

Selain istri Rafael, berikut 4 orang lain yang diperiksa KPK hari ini:

1. Anak Agung Ngurah Mahendra, wiraswasta

2. Happy Hermawati, wiraswasta

3. Shielfy, wiraswasta

4. Aulia Bismar, wiraswasta


Aset Rafael Alun Masih Ditelusuri


Sebelumnya, KPK kembali menemukan adanya aset milik Rafael Alun Trisambodo yang diduga dari hasil korupsi. Aset itu berupa tanah di wilayah Jogjakarta.

"Jadi beberapa bidang tanah dan bangunan di Jogjakarta itu yang kami temukan. Tentu segera kami lakukan pada proses-proses penyelesaian berkas perkara," ulas Ali, sebelumnya.

Salah satu aset yang ditelusuri berupa kepemilikan karya seni yang dimiliki Rafael Alun. Menurut Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur, pihaknya bakal berkoordinasi dengan kurator untuk memastikan besaran nilai karya seni yang dibeli Rafael dari dugaan hasil korupsi tersebut.

"Misalkan karya seni, karya seni yang menurut kita tidak mungkin nilainya kita tidak bisa taksir, tapi kita tanya ke kurator ini ditaksir berapa. Nah, itu nilainya," tambahnya.

Asep mengatakan kepemilikan aset karya seni dari Rafael Alun kini masih dalam penelusuran tim penyidik. Ia menyebut proses pencarian aset Rafael Alun yang diduga dari hasil korupsi masih terus dilakukan.

Selain itu, Ali mengatakan proses penyidikan kepada Rafael Alun tidak berhenti pada gratifikasi dan pencucian uang. KPK juga masih mengembangkan penyidikan ke arah dugaan penerimaan suap yang melibatkan Rafael Alun.

"Tidak berhenti pada proses yang sudah dilakukan. Kalau penyidikannya gratifikasi, TPPU, pasti pendalamannya apakah ada penerimaan suap. Perbedaannya pemberi gratifikasi tidak bisa dihukum menurut UU kecuali suap. Kalau suap kan bisa penerima dan pemberi," ujar Ali.

"Tentu kami harus kembangkan lebih jauh apakah alat buktinya apakah kemudian penerimaan itu karena diduga sebagai bagian dari suap sehingga kami bisa pertanggungjawabkan pihak-pihak lain sebagai pemberi suap, pasti arahnya ke sana. Tapi yang pasti basisnya kecukupan alat bukti," tuntasnya. (tim redaksi)


#KPK

#tersangkarafaelaluntrisambodo

#ayahmariodandysatrio

#kasusdugaangratifikasidanTPPU

#gratifikasi

#TPPU

#pencucianuang

#istrirafaelalundiperiksaKPK

Tidak ada komentar