Breaking News

Sirkuit Mandalika Rugi Rp100 Miliar, Pengelola Berencana Hapus WSBK Pemprov NTB Meradang

Sirkuit Mandalika di NTB. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney berencana menghapus ajang balap motor World Superbike (WSBK) dari Sirkuit Mandalika. Pasalnya, mereka mengaku menelan kerugian hingga Rp100 miliar. 

Yang menjadi ironi adalah, untuk pembangunan sirkuit nan megah itu, pengorbanan masyarakat adat di Lombok, Nusa Tenggara Barat taruhannya. Banyak dari mereka yang tergusur.

Bahkan, makam para leluhur mereka pun banyak yang terpaksa dipindahkan demi proyek sirkuit prestisius yang digadang-gadang terbesar di Asia Tenggara itu. Perihal kerugian tersebut diungkapkan Direktur Utama InJourney Dony Oskaria. 

Menurutnya, ajang tersebut merugikan karena tidak menarik bagi sponsor. Pasalnya, persiapan untuk acara tersebut memberikan kontribusi terbesar dari kerugian yang dibukukan Sirkuit Mandalika.

"Kami akan melakukan renegosiasi untuk menghilangkan WSBK, sehingga WSBK-nya akan turun. Akan kita hilangkan sehingga tidak akan muncul biaya di dalam penyelenggaraan WSBK," kata Dony, melansir kanal Youtube Komisi VI DPR RI, Selasa (20/6/2023).

Tak hanya itu, ia menyebut proyek Mandalika itu sendiri menyebabkan utang bagi perusahaan hingga Rp4,6 triliun. Dengan rincian, pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan Mandalika seluas 1.200 hektare.

Terkait hal ini, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan utang tersebut merupakan biaya pembangunan, bukan pemborosan. Merespons rencana tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah meradang.

Ia memberikan sindiran menohok kepada InJourney sebagai Holding BUMN Pariwisata yang bertanggung jawab terhadap operasional Sirkuit Mandalika sejak awal. Dirinya bahkan menantang, pemerintah provinsi siap mengambil alih pengelolaan Sirkuit Mandalika, bila InJourney mengaku rugi dan ingin menghapus WSBK dari agenda Sirkuit Mandalika.

"Kalau memang InJourney nggak sanggup, diserahkan saja pengelolaan Sirkuit Mandalika itu pada kami Pemda NTB. Insya Allah, jangankan WSBK dan MotoGP, yang lain pun banyak yang bisa kami lakukan dengan sirkuit yang luar biasa ini," kata Zulkieflimansyah, dikutip Selasa (20/6/2023).

Diakuinya, pertimbangan menghapus penyelenggaraan event WSBK di Sirkut Mandalika karena merugi, memang bisa dimaklumi sebagai keputusan entitas bisnis. Namun, ia menilai InJourney sebagai holding BUMN pariwisata keliru jika hanya melihat bisnis perusahaan yang merugi karena penyelenggaraan WSBK.

Ia pun menyindir InJourney dan ITDC gagal menangkap pesan khusus Presiden Jokowi menghadirkan Sirkuit Mandalika dengan WSBK dan MotoGP. "Alih-alih ingin menambah kegiatan dan atraksi motor di Sirkuit Mandalika. Ini malah mengurangi," jelasnya.

Padahal, ia meyakini, Sirkuit Mandalika akan semakin hebat dengan semakin banyaknya event yang digelar, seperti WSBK, MotoGP, MXGP, Enduro dan lainnya. Dengan begitu, InJourney dapat menajamkan "sport tourism" di NTB sesuai pesan khusus Presiden Jokowi.

"Kita butuh gagasan dan ide baru untuk menciptakan satu destinasi pariwisata baru beyond Bali," ungkapnya. Hal bernada keprihatinan juga dilontarkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Dirinya meminta PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney melakukan kajian menyeluruh terkait rencana penghapusan ajang balap motor World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika. "Jadi ini perlu dikaji lebih menyeluruh karena dengan event yang lebih banyak di Mandalika, kita harapkan justru Mandalika tumbuh dan berkembang," harapnya.

Terkait kerugian yang diderita penyelenggara, Sandi menyebut hal ini dapat diminimalisir dengan penghitungan secara tepat. "Terkait penyelenggaraan, itu business to business (b to b), dan apabila penyelenggaraan itu dilakukan dengan penuh profesionalisme dan perhitungan yang tepat, karena di WSBK, MotoGP pada 2022 itu, kami pemerintah yang membayar. Kemenparekraf yang membayar saat itu," tambahnya.

Ia pun mendorong Indonesia tak hanya bergantung pada ajang balap internasional, namun juga mampu melahirkan ajang balap lokal dapat digelar di sirkuit Mandalika, yang diresmikan pada November 2021 itu. Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio melihat keluhan InJourney itu sebagai tanda bahwa sirkuit tersebut terancam terbengkalai akibat perencanaan pembangunan yang kurang matang, terutama dari sisi pembiayaan untuk pemeliharaan.

"Dari awal kan saya sudah kasih pernyataan, bahwa tempat balap yang jauh dari mana-mana itu nanti operational cost-nya bagaimana? Saya sudah ingatkan waktu mau dibangun. Karena sirkuit itu harus dipakai. Kalau tidak dipakai, biaya perawatannya dari mana? Pasti rugi karena dulu yang bayarin kan Pertamina sebagian besar,” beber Agus, melansir bbcnews, Selasa (20/6/2023). 

Meski begitu, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), anak perusahaan InJourney yang dipercaya untuk mempercepat pembangunan Kawasan Mandalika mengklaim dampak ekonomi MotoGP mencapai Rp4,5 triliun. Di lain pihak, ratusan warga sudah digusur dari lahan dan rumah mereka di kawasan Mandalika demi pembangunan sirkuit tersebut. 

Damar, seorang warga Mandalika yang terpaksa meninggalkan desanya dan memulai hidup baru di lahan lain yang lebih kecil, menyayangkan keputusan InJourney. "Saya kecewa berat, maksudnya ngapain kita diusir-usir dari kampung kita sendiri kalau cuma hanya sekadar satu (kali) setahun saja event-nya,” ucapnya dengan nada penuh penyesalan.

Ia mengklaim, sejak awal banyak warga sekitar bahkan tidak bisa merasakan keuntungan dari perhelatan acara besar di sirkuit tersebut karena tidak dilibatkan. (tim redaksi)


#sirkuitmandalika

#polemikpengelolaansirkuitmandalika

#injourneymengakurugi

#ajangWSBK

#perhelatanmotoGP

#gubernurNTB

Tidak ada komentar