Breaking News

Siap Uji Coba, Pemerintah Bakal Gratiskan Tiket KCJB 90 Hari

Kereta Cepat Jakarta Bandung. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bakal diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 18 Agustus 2023 mendatang. Pascaperesmian, KCJB digratiskan untuk masyarakat selama 90 hari, tapi hanya untuk yang terpilih.

"Silakan daftar. Nanti akan ada pembukaan situs pendaftaran secara online. Kapasitas per set atau rangkaian kereta api cepat itu sekitar 600-an penumpang," jelas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dikutip Jumat (23/6/2023).

Ia lantas melanjutkan, siapa yang ingin tidak bayar, orang desa, anak kecil, orang dewasa, semua mau piknik, asal bisa "ticket war" untuk mencoba kereta cepat tanpa bayar selama 90 harian atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Sehingga semua bisa merasakan," ajaknya.

Sebelumnya, ia sudah lebih dulu melakukan uji coba KCJB dari Stasiun Halim Perdana Kusuma, Jakarta menuju Stasiun KCJB Tegalluar, Kabupaten Bandung. Pemprov Jabar memastikan kereta cepat sudah dapat digunakan. Sensasi menaiki kereta cepat dari Jakarta ke Bandung, diakui pria yang akrab disapa Kang Emil itu sulit untuk menggambarkannya secara visual dan bahasa.

"Di dalam KCJB, orang sangat tenang. tapi di luar, kecepatannya sangat tinggi 355 kilometer per jam. Intinya tidak banyak getaran dan canggih lah. "Ngageleser," imbuhnya.

Ia melanjutkan, command centre sangat canggih. "Feedernya juga lancar. Durasi 20-25 menit dari Jakarta ke Padalarang. Dari situ 15 menitan ke Kebonkawung (Stasiun Bandung)," rincinya.

Menurut Kang Emil, KCJB merupakan yang tercepat. Sebab, rata-rata kereta cepat di dunia di bawah 200-300 km per jam. 

"Yang 350 itu baru dua, satu di China dan kedua di Indonesia. Jadi ini mudah-mudahan. karena yang dipakai teknologi terbaru. Pak Menteri menyampaikan kalau di Eropa bahkan (kereta cepatnya) masih goyang-goyang. Sedangkan KCJB driverless. Mudah-mudahan yah, ini lompatan ya. Bangga lah dengan pencapaian ini," paparnya panjang lebar.

Kang Emil menambahkan, setelah serangkaian uji coba dilakukan sukses dan lancar, pemerintah tengah mengkaji proyek kereta cepat tahap dua menghubungkan Bandung, Kertajati, Jogjakarta, Solo, dan Surabaya. "Tadi dirapatkan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, tahap 2, dari Bandung, Kertajati, Jogjakarta, Solo, sampai Surabaya dengan teknologi sama dari Tiongkok (China)," tambahnya.


Rencana Harga Tiket


Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menyampaikan, tarif tiket KCJB masih belum ditentukan. Hal tersebut lantaran KCIC tengah mempertimbangkan paket bundling antara moda transportasi LRT dan Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Ia mengatakan, untuk pertimbangan awal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merekomendasikan tarif tiket KCJB maksimal sebesar Rp250.000. "Ya kita harapkan segera. Ya itu pertimbangannya kita pengen ada bundling tiket terintegrasi tiket KAI, KA Feeder dengan tiket LRT. Yang pasti rekomendasi dari Kemenhub maksimal Rp250.000," kata Dwiyana kepada wartawan, dikutip Jumat (23/6/2023).

Hingga saat ini, pihaknya masih membahas tarif tiket KCJB sebelum nantinya dibuka untuk umum pada Oktober mendatang. "Tiket sedang kita bahas, termasuk dari Kementerian Perhubungan juga kasih masukan. Ini yang masih menjadi pertimbangan untuk segera ditetapkan," jelasnya.

Adapun terkait kelayakan izin operasi, Dwiyana mengaku masih menunggu sertifikasi itu dari Kementerian Perhubungan. "Kita harapkan sertifikasi layak operasi, sarana prasarana sudah. Kita mengharapkan kan, kita tetap menunggu dari Kemenhub," tuntasnya. (tim redaksi)


#keretacepatjakartabandung

#KCJB

#kementerianperhubungan

#gubernurjawabarat

#ridwankamil

#transportasimassal

#ujicoba90hari

#rencanahargatiketKCJB

Tidak ada komentar