Breaking News

Siap-Siap Ditilang Rp250-500 Ribu, Kendaraan Masuk Jakarta Tapi Belum Uji Emisi

 

Uji emisi. (Ilustrasi/ Net)


WELFARE.id-Bagi kamu pengendara mobil dan motor yang bolak-balik kerja ke Jakarta wajib tahu aturan baru ini. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dalam waktu dekat bakal memberlakukan sanksi berupa tilang terhadap pengguna kendaraan yang tak melakukan uji emisi. 

Denda tilang disebutkan Rp250 ribu untuk sepeda motor dan Rp500 bagi mobil. "Kegiatan ini titik awal penerapan tiga kebijakan penting untuk memastikan seluruh kendaraan bermotor di Jakarta memenuhi ambang batas emisi gas buang sebagai upaya memperbaiki kualitas udara," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto, dikutip Rabu (7/6/2023).

Salah satu dari tiga kebijakan itu disebutkan sanksi tilang yang didasari Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Satu lainnya adalah pemberlakuan disinsentif parkir buat kendaraan yang tak melakukan uji emisi. 

Hal ini disebut sesuai Peraturan Gubernur DKI Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Sedangkan kebijakan terakhir adalah penerapan koefisien denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sesuai PP 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 

Denda pajak ini bakal menyasar pemilik kendaraan yang saat membayar PKB belum melakukan uji emisi. "Ketiga kebijakan tersebut akan mendorong uji emisi secara masif dan memberikan dampak perbaikan kualitas udara di Ibu Kota," harapnya.

Sementara itu, pihak Polda Metro Jaya, yang bertindak melakukan penegakan hukum bagi pelanggar lalu lintas, mengatakan sanksi tilang bagi warga yang tak melakukan uji emisi kendaraan masih tahap sosialisasi. "Saat ini masih sosialisasi dulu. Belum ada penilangan. Jadi dikasih tahu kalau harus uji emisi," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jhoni Eka Putra, dikutip Rabu (7/6/2023).

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono ditanya mengenai rencana sanksi tilang jika tidak melakukan uji emisi, mengaku belum tahu. Ia menyebut, akan mempelajari peraturan yang akan menjadi dasar hukum sanksi tilang kendaraan yang tidak melakukan uji emisi. 

Sanksi tilang akan dilakukan oleh polisi dan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup DKI. "Intinya mesti ada sanksi bagi mereka yang mobilnya tidak lulus uji emisi, mesti ada sanksi, sanksinya ya tilang itu,” kata Joko Agus di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Rabu (7/6/2023).

Sekda DKI itu menegaskan uji emisi perlu dilakukan supaya udara Jakarta lebih bersih dan segar, sehingga layak untuk dihirup oleh masyarakat yang tinggal di Ibu Kota. "Uji emisi kan baru kita lakukan kemarin, sehingga kita tahu kondisi kendaraan,” katanya.

Ihwal dasar hukum yang akan digunakan untuk tilang bagi kendaraan yang belum menjalani pengujian maupun tidak lulus uji emisi ini masih harus dipelajari. "Saya pelajari dulu peraturannya, kalau sudah ada tinggal lanjut. Kalau belum ada kita buat,” terangnya.

Sebatas informasi, pada era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pemprov DKI telah menerbitkan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 66 Tahun 2020 Tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Dalam Pergub tersebut tidak diatur soal sanksi tilang. 

Pada Bab V Disinsentif, Pasal 17 disebutkan bahwa setiap pemilik kendaraan bermotor yang tidak melakukan uji emisi gas buang dan/atau tidak memenuhi ketentuan lulus uji emisi gas buang dikenakan disinsentif berupa pembayaran parkir tertinggi mengacu pada Peraturan Gubernur mengenai tarif parkir di ruang milik jalan dan/atau luar ruang milik jalan. (tim redaksi)


#sanksitilang

#ujiemisi

#kendaraanmelintasijakartawajibujiemisi

#tahapsosialisasi

#tilang

#pergubujiemisi

#dinaslingkunganhidupdkijakarta

Tidak ada komentar