Breaking News

Selalu Dibenturkan dengan Jokowi Gara-Gara Reshuffle, Anies Justru Mengaku Dapat Hikmah yang Luar Biasa

Tangkapan layar tayangan "Kick Andy" Metro TV. (Istimewa)

WELFARE.id-Nama Anies Baswedan selalu dikait-kaitkan dengan Presiden Joko Widodo. Pasalnya, Anies dikenal pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di kabinet Jokowi, namun kena reshuffle.

Publik menilai, hubungan Anies dan Jokowi merenggang. Penasaran publik pun terjawab sudah, saat calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu menjawab terkait hal tersebut.

Ia mengaku sama sekali tidak kecewa, marah, atau pun benci kepada Presiden Jokowi setelah me-reshuffle dirinya dari jabatan Mendikbud. Justru sebaliknya, dari peristiwa itu, cucu Pahlawan Nasional AR Baswedan ini seperti mendapatkan hikmah yang luar biasa.

"Anda dicopot Jokowi dari Mendikbud, apakah Anda marah dan kecewa bahkan benci? Saya pingin tahu sebenarnya bagaimana perasaan Anda kepada Pak Jokowi,” tanya Andi F Noya dalam program KICK ANDY yang disiarkan Metro TV, dikutip Selasa (20/6/2023).

Anies mengaku sampai saat ini perasaannya masih hormat, menghargai kepada Presiden Jokowi. Anies mengaku bersyukur dicukupkan tugas di Kemendikbud karena berkahnya mendapatkan pengalaman yang lebih kaya sebagai penyelenggara negara di Jakarta sebagai Gubernur.

"Saya juga tidak pernah tahu dapat amanah menjadi Gubernur. Tapi pada waktu itu, ada tujuh orang (menteri) yang di-reshuffle; Saya, Pak Jonan, Pak Sudirman Said, Pak Ferry Mursidan, Saleh Husin, Yuddy Chrisnandi, Marwan Jafar,” jelasnya.

Menurut Anies, reshuffle adalah keputusan politik yang harus dihormati. Ketika memutuskan, Presiden pasti sudah mempertimbangkan dengan lengkap, apakah menjaga keseimbangan, arah dan lainnya. 

"Dan buat saya, itu adalah hak beliau dan kita hormati. Saya tidak marah,” tegasnya.

Bahkan, kata Anies, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, hubungan dengan Presiden terus berlanjut. "Kita terus bekerja bersama dengan Pak Jokowi. Dan banyak urusan di Jakarta itu memerlukan dukungan dari pemerintah pusat. Ketika saya bertugas di Jakarta, bisa dibilang kapan saja saya minta waktu untuk audiensi, beliau selalu berikan. Kapan saya perlu, lalu saya kontak, lapor dan diberikan waktunya,” bebernya,  menepis anggapan publik ada perseteruan diantara kedua tokoh ini.

Baginya, hanya Presiden yang tahu alasan yang sebenarnya untuk mengganti menteri-menterinya. "Dan Presiden memang punya hak untuk mengganti siapa saja. Dan saya tidak pernah membayangkan, jabatan itu akan menempel terus menerus, nggak mungkinlah. Ada kalanya akan selesai,” ungkapnya.

Bagi Anies, tidak mungkin dari peristiwa tidak memberikan hikmah. "Dan ternyata saya menemukan hikmah itu. Saya bersyukur bisa mendapat amanah di Jakarta, itu kekayaan pengalaman yang luar biasa,” akunya lagi.

Menurut Anies mengelola Jakarta sangat kompleks. Selain itu, saat mengurus Jakarta, sedangkan diterpa dengan pandemi COVID-19. 

Baginya, ini sebuah pengalaman kepemimpinan dalam sebuah krisis yang dahsyat. Anies mengatakan, Tuhan menakdirkannya dalam sebuah tanggung jawab mengelola sebuah kota, salah satu kota terbesar di dunia yang menghadapi pandemi yang luar biasa.

"Saya merasa mendapatkan sebuah karunia yang dahsyat yang tidak mungkin saya dapatkan jika saya masih bertugas di Kementerian. Kalau boleh, saya justru berterima kasih dan bersyukur. Itu tangan Tuhan, yang membuat saya jadi punya kaya pengalaman,” tuntasnya, lantas tersenyum. (tim redaksi)


#aniesbaswedan

#eksmendikbud

#menteripendidikandankebudayaan

#calonpresiden2024

#koalisiperubahanuntukpersatuan

#presidenjokowidodo

Tidak ada komentar