Breaking News

Sejumlah Aset Milik Perusahaan Suami Puan Diblokir, Kejagung Telusuri Aliran Dana Mencurigakan

Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). (Ilustrasi/ Net)


WELFARE.id-Kejaksaan Agung (Kejakgung) memblokir sementara sejumlah aset-aset milik PT Basis Utama Prima (BUP) atau Basis Investmen milik suami Ketua DPR RI Puan Maharani. Pemblokiran terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan dan penyediaan infrastruktur BTS 4G BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

PT BUP diketahui milik Happy Hapsoro. Happy tercatat memiliki 99 persen saham di perusahaan tersebut.

PT BUP adalah kontraktor penyediaan baterai dan sistem tenaga surya dalam pembangunan BTS 4G Bakti. "Ada sejumlah rekening yang dibekukan atau diblokir transaksi yang mencurigakan terkait dengan perkara BTS 4G,” ujar Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana, dikutip Senin (26/6/2023). 

Namun demikian, ia enggan merinci lebih jelas soal pemblokiran tersebut. Ketut mengatakan, akan membuka secara terang perkara itu saat sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (27/6/2023) besok. 

"Besok di sidang akan kita jelaskan semua,” imbuhnya. Sementara itu, Kasubdit Penyidikan Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jampidsus Haryoko Ari Prabowo mengatakan, pemblokiran dilakukan karena adanya aliran uang ke PT BUP dari proyek yang telah merugikan negara Rp8,3 triliun tersebut. 

"Itu (pemblokiran) kita minta dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan) untuk didalami terkait dugaannya (korupsi) di situ,” kata Prabowo, di Gedung Bundar Kejagung, Jumat (23/6/2023) malam. Prabowo menambahkan, dengan pemblokiran itu, maka untuk sementara waktu kegiataan korporasi PT BUP akan dibatasi. 

"Uang masuk bisa. Tetapi uang keluar nggak bisa,” tegasnya.

Seperti diketahui, Kejagung telah menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT BUP Muhammad Yusrizki (MY atau YUS) sebagai tersangka. Selain itu, beberapa petinggi perusahaan itu pun telah bolak-balik diperiksa Kejagung.

Sementara total di kasus ini, Kejagung telah menetapkan delapan tersangka, mereka adalah:

1. Anang Achmad Latif selaku Direktur Utama Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika

2. Galubang Menak selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia

3. Yohan Suryanto selaku Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia Tahun 2020

4. Mukti Ali selaku Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment

5. Irwan Hermawan selaku Komisaris PT Solitech Media Sinergy

6. Johnny G Plate selaku Menkominfo

7. Windi Purnama selaku orang kepercayaan Tersangka Irwan Hermawan

8. M Yusriski selaku Dirut PT Basis Utama Prima. (tim redaksi)


#dugaankorupsiproyekBTS

#PTBUP

#baktikemenkominfo

#suamipuanmaharani

#happyhapsoro

#kejagung

Tidak ada komentar