Breaking News

Refleksi Nasionalisme Rustamadji Surabaya dalam Rupa Pesona Manusia

 

Karya pelukis Rustamadji Surabaya berjudul "Peniup Seruling" karya tahun 1960. (WELFARE.ID)


WELFARE.id- Ada dua Rustamadji dalam dunia kepelukisan di Tanah Air. Sosok Rustamadji Klaten dan Rustamadji Surabaya.

Dua-duanya maestro lukis dan sama-sama memilih aliran lukis naturalis. Kedua pelukis itu dibedakan dengan sebutan Klaten dan Surabaya, sesuai tempat kelahiran mereka. 

Melansir berbagai sumber, Kamis (15/6/2023), Rustamadji yang kelahiran Surabaya, 1932, karya-karyanya lebih menonjolkan naturalisme pesona manusia (human interest). Sedangkan Rustamadji Klaten lebih condong bercorak naturalisme mistik.

Rustamadji Surabaya melukis dengan gaya realisme dan naturalistik dari 1940-an hingga 1960-an dengan fokus pada tema-tema kehidupan sehari-hari dan pengalaman yang akrab dengan masyarakat Indonesia. Seperti pada karya "Peniup Seruling" karya 1960, sang pelukis menonjolkan sosok pria setengah baya yang sedang meniup seruling.

Seruling sendiri identik dengan alat musik asal Jawa Barat. Atau pada karya "Gang di Kampung" yang menonjolkan suasana perkampungan khas di Indonesia dengan gang-gang sempit dan rumah yang berdempetan.

Rustamadji gemar memunculkan goresan objek dengan tema yang merefleksikan perasaan nasionalisme. Atau dengan kata lain menonjolkan pesona Indonesia dalam karya lukisnya. 

Karya-karyanya bersifat egaliter yang menyampaikan pesan kesetaraan sosial, ekonomi, dan politik bagi masyarakat. Ia sering menggambarkan figur, lanskap, dan pemandangan pasar serta penari. 

Kemahirannya dalam menyajikan bentuk-bentuk yang detail, pengolahan cahaya dan bayangan, serta pengaturan suasana hati subjek didasari oleh pengamatannya yang tajam terhadap realitas kehidupan. Pada 1946, Rustamadji mulai melukis di bawah bimbingan pelukis S Sudjojono di Sanggar Indonesia Muda. Seiring perkembangan era seni rupa, karya-karya asli Rustamadji Surabaya ini semakin langka (tim redaksi).


#rustamadjisurabaya

#senimanlukis

#pelukis

#naturalisme

#pesonamanusia

#senilukis

Tidak ada komentar