Breaking News

Polisi Gerebek Rumah Kontrakan di Bekasi, Diduga Sindikat Penjualan Ginjal Internasional

Kontrakan yang diduga sebagai penampungan TPPO sindikat internasional penjualan ginjal ilegal. (Istimewa/ Dok.Nawacita)


WELFARE.id-Sebuah rumah kontrakan di Perum Villa Mutiara Gading, Jalan Piano 9, Kelurahan Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, digerebek polisi. Polda Metro Jaya menangkap terduga pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sindikat pelaku TPPO diduga menampung para korban di rumah kontrakan tersebut, sebelum menjual ginjal korbannya itu. Korban diduga bakal dibawa terlebih dahulu ke Kamboja, baru di sana ginjal mereka diambil untuk dijual.

Polisi menyelamatkan korban dalam pengungkapan kasus tersebut. Sejumlah barang bukti disita.

Namun, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto belum mau berbicara banyak. "Tunggu rilis resmi dari Bidang Humas ya," kata Karyoto, kepada wartawan, dikutip Jumat (23/6/2023). 

"Kalau penyimpanan enggak, bukan ya, ini diduga sindikat penjualan ginjal tapi kan enggak di sini. Di sini sebatas mungkin tempat penampungan orang yang akan dibawa ke Kamboja, eksekusinya di sana, infonya seperti itu," kata Ketua RT03 Ratam kepada wartawan, dikutip Jumat (23/6/2023).

Ia mengatakan, sehari sebelum penggerebekan, polisi menghubunginya dan menanyakan seseorang berinisial MA yang tinggal di rumah kontrakan tersebut. Ia kemudian mendatangi kontrakan untuk memastikan keberadaan orang yang sedang dicari polisi.

"Paginya saya sempat ngobrol (dengan MA). Saya tanya juga kerjanya di mana, jawabnya di Kalimalang, udah gitu doang," ucapnya.

Setelah memastikan keberadaan MA, pada Senin (19/6/2023) dini hari, polisi menggerebek rumah kontrakan tersebut. MA bersama beberapa rekannya yang berada di dalam kontrakan kemudian langsung diamankan polisi.

"Sebelum penggerebekan ada pemberitahuan kalau di sini ada yang dicari, cuma kasus apa kita enggak tahu, sehari sebelumnya orangnya ada. Yang diamankan kalau enggak empat atau lima orang, barang bukti yang dibawa enggak tahu saya," paparnya.

Dikatakan Ratam, MA memiliki ciri-ciri seperti rambut berwarna agak pirang, kulit putih, usia sekitar 21 tahun dan diduga berasal dari luar Pulau Jawa. "Kayaknya orang dari seberang, kalau enggak dari Sulawesi atau Kalimantan, masih muda 21 tahun kalau enggak salah. Saya tahunya dari media online kalau penggerebekan semalam indikasinya penjualan organ, dari kepolisian malah saya enggak tahu," bebernya lagi. (tim redaksi)


#sindikatpenjualanginjal

#TPPO

#penggerebekan

#penjualanorgan

#poldametrojaya

Tidak ada komentar