Breaking News

Pedagang "Thrifting" Demo ke Kemendag, Menuntut Kejelasan Lapak Mereka

 

Demo pedagang baju bekas impor (thrifting) di Pasar Senen, Jakarta Pusat atas kebijakan pemerintah melarang penjualan baju bekas. (Ilustrasi/ Dok.Suara)


WELFARE.id-Kebijakan pelarangan penjualan baju bekas impor (thrifting) mendapat perlawanan dari para pedagang. Sejak kebijakan itu dikeluarkan pemerintah beberapa saat sebelum Lebaran tahun ini, mereka sudah menolak.

Pemerintah, melalui Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki akhirnya memberi kelonggaran agar para pedagang thrifting tetap bisa berjualan selama Ramadan dan Lebaran lalu, sampai stok mereka habis. Alasan pelarangan jual beli thrifting adalah mematikan garmen lokal. Benarkah demikian? 

Sebanyak 300 pedagang baju bekas impor (thrifting) dari Pasar Senen, Jakarta Pusat, dan Cimol Gedebage, Bandung, Jawa Barat, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kementerian Perdagangan. Para pedagang thrifting itu menuntut kepastian mengenai nasib mereka ke depan sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan dilarangnya impor pakaian bekas hingga dilakukannya penggrebekan oleh aparat di seluruh Indonesia.

"Kegiatan yang akan kami laksanakan berthema "Thrifting Bukan Sampah, Kami Pedagang Thrifting Bukan Sampah". Hingga saat ini tidak ada kepastian kepada kami para pedagang mengenai nasib kami ke depan," ujar Perwakilan Asosiasi Pedagang Robert Ginting dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/6/2023).

Ia mengungkapkan, para pedagang sudah resah dan sangat sakit hati lantaran pemerintah lebih memilih importir Tiongkok yang menguasai pasar pakaian se-Indonesia. Sekitar 80% impor Tiongkok masuk ke negeri ini dibanding pedagang thrifting yang hanya mendapat bagian kurang dari 1%.

"Pemerintah telah mengambil, menyita, membakar serta memusnahkan barang dagangan yang sudah kami beli dari hasil keringat kami sendiri dari importir. Arogansi pemerintah saat ini sungguh sangat melukai hati kami para pedagang kecil di seluruh Indonesia yang notabene adalah pelaku UMKM juga," ucapnya. 

Diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi meminta jajarannya membereskan persoalan impor ilegal terutama produk tekstil bekas. Jokowi mengungkapkan, barang-barang bekas impor tersebut sangat mengganggu kinerja industri dalam negeri, utamanya industri tekstil. 

"Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri, sangat mengganggu,” ujarnya di Istora Senayan pada 15 Maret 2023 lalu. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki sempat mendatangi Pasar Senen, Jakarta Pusat. 

Mereka berdialog dengan pedagang soal perkara pakaian impor ilegal. Dialog yang digelar tertutup di Blok III Pasar Senen Kamis (30/3/2023) lalu itu dipandu anggota DPR RI Adian Napitupulu.

Selepas itu, Zulhas dan Teten membeberkan hasil pertemuan mereka dengan perwakilan pedagang kepada ratusan pedagang pakaian impor bekas (thrifting). Zulhas menjelaskan perdagangan harus mematuhi aturan yang ada di Indonesia.

"Kita bekerja ada undang-undang. Begitu juga perdagangan, ekspor, impor diatur undang-undang," ujar Zulhas di hadapan para pedagang. Kala itu, ia menjelaskan, berdasarkan UU, impor pakaian bekas tak diperbolehkan. 

Apalagi yang masuk ke Indonesia secara ilegal dengan diselundupkan. "Memang ada juga pasalnya bagi yang menjual, mengedarkan bahkan memakai ada juga pasalnya. Tapi tadi kita berdiskusi khusus pakaian bekas ini yang dikejar itu penyelundupnya," tegasnya.

Kepada para pedagang, Zulhas menegaskan pemerintah kini berfokus memberantas para oknum penyelundup. Sedangkan untuk para pedagang, lanjutnya, pemerintah masih memberikan kelonggaran waktu untuk berjualan.

"Pedagang walaupun aturannya nggak boleh, saya, Pak Teten, Pak Adian jamin tetap boleh dagang, silakan," ujarnya. Kendati begitu, Zulhas meminta pedagang tak khawatir. 

Sebab, ia mengatakan pemerintah mengizinkan pedagang untuk menghabiskan stok yang ada. "Jadi silakan dagang sampai habis, oleh karena itu kami meminta karena ini sedang dalam pembicaraan dengan penegak hukum di mana pun berada kita kejar pelaku penyelundupannya, itu dulu yang pertama," bebernya kala itu.

"Sampai teman-teman stok di tokonya itu dijual dulu sampai habis. Nanti kita akan diskusi lanjutan jalan keluarnya agar dagangannya tambah bagus," tambahnya. (tim redaksi)


#bisnisthrifting

#pedaganhthrifting

#dilemapedagangbajubekasimpor

#pedagangbajubekasimpor

#lapakbajubekasimpordipasarsenen

#demopedagangthrifting

#kebijakanpemerintah

Tidak ada komentar