Breaking News

Panas Ekstrem di India Capai 40 Derajat Celcius, 98 Orang Tewas dalam 3 Hari Terakhir

Panas ekstrem di India membuat aspal jalanan meleleh. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Panas ekstrem di India memakan korban ratusan jiwa. Dalam kurun waktu tiga hari terakhir saja, setidaknya 98 orang dilaporkan meninggal di negara bagian Uttar Pradesh dan Bihar, India akibat panas ekstrem.

Melansir AP, Senin (19/6/2023), saat ini, sebagian wilayah India merasakan gelombang panas parah dalam beberapa hari dengan suhu melewati 40 derajat Celsius di banyak tempat.

54 orang meninggal di utara Uttar Pradesh dan sisanya di Bihar timur, dalam kurun waktu tiga hari terakhir. Di distrik Ballia, setidaknya 400 orang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Pihak berwenang terus memperingatkan warga berusia di atas 60 tahun dan orang-orang yang menderita berbagai penyakit untuk tinggal di dalam rumah pada siang hari. Seorang petugas medis di Ballia SK Yadav mengatakan, dalam tiga hari terakhir, pihak berwenang membatalkan permohonan cuti tenaga medis di Ballia dan menyediakan tempat tidur rumah sakit tambahan di bangsal darurat untuk mengakomodasi masuknya pasien.

Para pejabat juga menambahkan, sebagian besar pasien yang dirawat berusia 60 tahun ke atas, dan menunjukkan gejala demam tinggi, muntah, diare, kesulitan bernapas, dan masalah terkait jantung. Seorang ilmuwan dari Departemen Meteorologi India Atul Kumar Singh menjelaskan, suhu di seluruh negara bagian saat ini di atas normal. 

Ia menambahkan, bahwa "tidak ada bantuan yang diharapkan dalam 24 jam ke depan". Departemen mengeluarkan peringatan yang mengatakan kondisi gelombang panas akan berlangsung hingga hari ini di beberapa bagian Uttar Pradesh.

Menteri Kesehatan Uttar Pradesh Brijesh Pathak menyebut, pihaknya akan menyelidiki lebih jauh terkait banyaknya kematian di Distrik Ballia.

Di Bihar timur, panas terik melanda sebagian besar negara bagian itu, menyebabkan 42 kematian dalam dua hari terakhir. Di antara korban jiwa, 35 terjadi di dua rumah sakit di ibu kota negara bagian Patna di mana lebih dari 200 pasien yang menderita diare dan muntah dirawat.

Patna mencatat suhu maksimum 44,7 derajat Celcius pada Sabtu (17/6/2023). Bulan-bulan musim panas utama – April, Mei dan Juni – umumnya adalah yang terpanas di sebagian besar India, sebelum musim hujan membawa suhu yang lebih dingin.

Tetapi suhu menjadi lebih intens dalam dekade terakhir. Selama gelombang panas, negara tersebut biasanya mengalami kekurangan air yang parah, dengan puluhan juta dari 1,4 miliar penduduknya kekurangan air bersih.

Sebuah studi oleh World Weather Attribution, sebuah kelompok akademis yang meneliti sumber panas ekstrem, menemukan bahwa gelombang panas yang membakar pada bulan April yang melanda sebagian Asia Selatan setidaknya 30 kali lebih mungkin disebabkan oleh perubahan iklim. Pada April, panas menyebabkan kematian 13 orang pada acara pemerintah di ibu kota keuangan India, Mumbai, dan mendorong beberapa negara bagian menutup semua sekolah selama seminggu. (tim redaksi)


#cuacapanasekstrem

#panasekstremdiindia

#korbantewasakibatcuacapanasekstrem

#korbankebanyakanlansia

#musimpanasdiindia

#perubahaniklim

Tidak ada komentar