Breaking News

Momentum Idul Adha, Harga Cabai dan Ayam Terkerek Naik

Cabai di pasar tradisional.  (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Harga cabai terpantau naik gila-gilaan jelang Hari Raya Idul Adha, Kamis (29/6/2023) mendatang. Harga cabai rawit merah melonjak hingga 23 persen menjadi Rp50 ribu per kg.

Berdasarkan Panel Harga milik Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga cabai rawit merah di pedagang eceran per Selasa (27/6/2023) naik drastis 23,25 persen alias Rp9.440. Jika kemarin cabai masih dibanderol Rp40.600 per kg, kini sudah tembus Rp50.040 per kg.

Tak jauh beda, harga cabai merah keriting juga naik 18,65 persen menjadi Rp42.750 per kg dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp36.030 per kg. Dengan kata lain, harga cabai merah keriting naik Rp6.720.

Tak berbeda jauh, harga kedua jenis cabai itu juga naik di pedagang grosir. Cabai rawit merah naik dari Rp46.260 per kg ke Rp52.140 per kg.

Sedangkan cabai merah keriting melambung dari Rp37.470 per kg menjadi Rp44.810 per kg. Kenaikan harga cabai ini sudah terlihat sejak sepekan lalu. 

Mulanya, harga cabai rawit merah pada Senin (19/6/2023) hanya sebesar Rp40.820 per kg, sebelum bengkak ke Rp50.040 per kg. Sementara itu, cabai merah keriting pada awal pekan lalu masih dijual Rp34.340 per kg. 

Kemudian, perlahan naik ke Rp35 ribu per kg, Rp36 ribu per kg, hingga hari ini harganya menyentuh Rp42.750 per kg. Senada, harga cabai di pasar Jakarta juga tercatat naik. 

Berdasarkan data Harga Pangan Jakarta, cabai merah besar terpantau naik Rp53 dari Rp46.825 per kg menjadi Rp46.878 per kg. Cabai merah keriting juga naik Rp912 hari ini. Kemarin, cabai jenis ini masih dibanderol Rp37.683 per kg sebelum harganya melesat menjadi Rp38.595 per kg.

Sedangkan cabai rawit merah tercatat naik Rp289 dari Rp44.830 per kg menjadi Rp45.119 per kg. Tak hanya cabai rawit merah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menemukan harga daging ayam meroket saat blusukan ke Pasar Palmerah, Jakarta Pusat. 

Jokowi menemukan harga daging ayam yang awalnya cuma Rp30.000-an per kilogram naik jadi Rp50.000 per kilogram. "Yang naik harga tinggi memang daging ayam biasanya Rp30.000-32.000 ini sudah capai Rp50.000," ungkap Jokowi usai melakukan peninjauan di Pasar Palmerah, Senin (26/6/2023) lalu.

"Memang musiman, tapi ini naiknya terlalu tinggi dari Rp30.000 ke Rp50.000, ini tinggi banget," ucap Jokowi.

Pihaknya akan melakukan pengecekan pada pasokan daging ayam di berbagai daerah. Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, penyebab harga ayam bisa sangat tinggi. 

Menurutnya, berdasarkan harga pangan di Panel Harga Pangan milik Badan Pangan Nasional, harga ayam rata-rata nasional Rp36.000 per kg. Kemudian, untuk terendahnya ada yang Rp33.000 atau Rp27.000 per kg.

Nah, harga ayam yang ditemukan Jokowi bisa sangat mahal kemungkinan disebabkan oleh faktor Pasar Palmerah bukan pasar induk. Ia menjamin, jika harga pangan dari pasar induk ke pasar turunan pasti ada biaya distribusi yang lebih. Apalagi, kalau jumlah distribusi stoknya sedikit, maka biaya distribusinya akan tinggi. (tim redaksi)


#hargapanganmomentumiduladha

#hargacabairawitmerahnaik

#hargapangan

#momeniduladha

#bapanas

Tidak ada komentar