Breaking News

Mengaku Profit Tahun Ini, Grab Tetap Pangkas 1.000 Karyawan

Ilustrasi/ Dok.Grab


WELFARE.id-Perusahaan teknologi Grab akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.000 karyawannya. Hal itu perlu dilakukan, meskipun perusahaan on track menuju profitabilitas akhir tahun ini.

"Saya paham bahwa tidak sedikit pun dari penjelasan ini dapat mendamaikan perasaan Anda saat ini. Kami berusaha sebaik mungkin untuk mengurangi beratnya beban rekan-rekan Grabbers yang akan berpisah dengan menyediakan dukungan finansial, profesional, dan juga medis," kata CEO Grab Anthony Tan dalam memonya kepada karyawan, dikutip Rabu (21/6/2023).

Perusahaan, yang terdaftar di Nasdaq ini memiliki 9.942 karyawan pada akhir 2022, menargetkan impas (breakeven) akhir tahun ini. EBITDA grup yang disesuaikan untuk kuartal IV 2022 adalah negatif USD111 juta, turun dari negatif USD305 juta tahun sebelumnya. 

Sementara itu, kerugian untuk kuartal tersebut juga membaik menjadi USD391 juta dari USD1,1 miliar tahun lalu. Kerugian setahun penuh mencapai USD1,7 miliar, membaik dari USD3,5 miliar pada 2021.

Karyawan yang di-PHK akan mendapatkan pesangon, bonus, saham, hingga laptop. Termasuk juga, pembayaran tunjangan pengakhiran hubungan kerja berdasarkan hitungan jumlah yang lebih besar di antara setengah bulan gaji untuk setiap 6 bulan masa kerja yang telah diselesaikan, atau berdasarkan pedoman perundangan lokal.

"Pembayaran goodwill berupa bonus/insentif dan/atau ekuitas (saham) yang seharusnya didapat akan tetap diberikan, dan pencairan cuti tahunan yang belum digunakan serta GrabFlex yang belum terpakai," paparnya. Selain itu, lanjutnya, karyawan akan mendapatkan perpanjangan asuransi kesehatan dengan cakupan penuh berlaku sampai akhir tahun, pencairan cuti hamil/melahirkan bagi personel wanita yang sedang hamil atau pria dengan istri yang sedang hamil.

Karyawan yang perannya dibutuhkan selama masa transisi akan mendapatkan bonus. Karyawan juga dibantu melewati transisi karir melalui 1 tahun LinkedIn Premium untuk berjejaring.

Terkait kesehatan mental, Grab memberikan dukungan psikologis berupa perpanjangan akses Grabber Assistance Programme hingga akhir tahun ini. "Bagi karyawan yang memiliki izin kerja di negara lain), Grab akan memberikan repatriasi.  Karyawan juga diberikan opsi untuk memiliki laptop yang sebelumnya digunakan," tutupnya. (tim redaksi)


#grabphkkaryawan

#perusahaanteknologigrab

#grab

#phkkaryawan

#PHK

Tidak ada komentar