Breaking News

Masyarakat Adat Dayak Berdemo, Tuntut Ketua Otorita IKN Jangan PHP Putra Daerah

Masyarakat Adat Dayak berdemo di Patung Kuda soal IKN Nusantara. (Istimewa/ Dok.Detik Borneo)


WELFARE.id-Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (15/6/2023). Massa menuntut agar putra asli Dayak diangkat menjadi pejabat di otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Mereka menggelar aksi menggunakan pakaian adat Dayak. Mereka menyuarakan aspirasi mereka supaya didengar Presiden Jokowi dan menuntut agar memecat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Bambang Susantono.

Alasannya, karena Bambang dinilai tidak memiliki keberpihakan  kepada masyarakat Dayak dalam pembangunan Ibu Kota Baru Negara (IKN) yang ada di Kalimantan Timur. "(Tujuan) Demo ini adalah menuntut kepada pemerintah karena tidak ada satu pun putra Dayak terbaik yang diangkat menjadi menjabat sebagai otorita IKN," ujar Koordinator Demonstrasi yang juga Ketua Bidang Hukum dan Advokasi MADN Jelani Christo dalam keteranganya, dikutip Jumat (16/6/2023).

Massa membawa spanduk yang isinya menyebutkan, MADN sudah 3 kali diberikan janji oleh pemerintah bahwa nanti akan ada masyarakat Dayak yang ikut diangkat menjadi pejabat otoritas IKN. Sebagaimana diketahui, IKN akan berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Jelani menjelaskan, sejak tahun lalu pihaknya sudah pernah dijanjikan pemerintah untuk mengakomodasi warga asli Dayak menjadi pejabat otoritas IKN Nusantara. Namun  hingga saat ini, katanya, janji tersebut belum terbukti.

"Pemerintah pernah mengatakan bahwa 'kami nanti akan melakukan akomodir untuk pegawai-pegawai yang ada di IKN'. Tapi sampai detik ini tidak satupun yang diakomodir," tegasnya.

Ia juga menyebut, pihaknya sudah beberapa kali bertemu dengan sejumlah menteri untuk membahas persoalan tersebut. Ia mengaku pihaknya juga sudah bersurat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak tahun lalu.

"Sudah berapa kali dibuat ketemu dengan beberapa menteri termasuk bersurat dengan Pak Jokowi. Sudah dari tahun lalu," klaimnya.

Dirinya hanya berharap, pemerintah segera mendengarkan keluhan-keluhan dari masyarakat adat Dayak dan mewujudkan janji melibatkan putra Dayak dalam kepengurusan Otorita IKN. "Tolong pemerintah dengarkanlah apa yang menjadi keluhan kami. Apa yang menjadi tuntutan kami. Jangan hanya diberikan PHP (pemberi harapan palsu), jangan hanya dibiarkan kami menonton," kritiknya.

pisah sebelumnya, harapan adanya keterlibatan masyarakat adat Dayak dalam Otorita IKN juga diharapkan Ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Kaltim Syaharie Jaang. Ia mengatakan, pada dasarnya warga Dayak berkomitmen terhadap pembangunan IKN di Kaltim. 

Dirinya siap mengawal pembangunannya hingga selesai. "Kami menegaskan kembali masyarakat Dayak mendukung dan mengawal pembangunan IKN,” katanya saat bersilaturahmi dengan perwakilan Badan Otorita IKN di Samarinda, Kaltim, Rabu (14/6/2023).

Sejumlah tokoh Dayak di Kaltim selain Jaang, menyatakan dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yaitu Ketua DAD Kaltim Zainal Arifin, Ketua Harian PDKT Kaltim Martin Apuy, Sekjen PDKT Kaltim Yulianus Henock, Kepala Adat Dayak Kenyah Kaltim, Adjang Kedung, Dewan Pertimbangan DAD-PDKT Kaltim Abraham Ingan, serta beberapa tokoh Dayak lainnya. Jaang yang merupakan mantan Wali Kota Samarinda ini menjelaskan Otorita IKN diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada putra putri terbaik Dayak untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan IKN sesuai kompetensi. 

Ia pun mengimbau kepada warga Dayak di Kaltim agar tetap kompak dan tak bergerak sendiri-sendiri. Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltim Zainal Arifin pun menyampaikan, warga Dayak di Kaltim tentu akan patuh dan menjunjung adat istiadat untuk menjaga keamanan atau kondusifitas daerah.

“Karena keamanan itu sangat mahal. Marilah kita bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan supaya daerah kita tetap aman dan damai,” pesannya.

Badan Otorita IKN diharapkan juga bisa mengakomodir tokoh Dayak turut diajak kerja sama untuk memudahkan komunikasi terkait kebutuhan-kebutuhan warga lokal. "Kalau ada warga Dayak di Badan Otorita IKN akan menjadi jembatan kita untuk berkomunikasi terkait keperluan yang ada. Begitu juga sebaliknya kalau Badan Otorita ada keperluan kepada warga Dayak kan mudah,” ucapnya. (tim redaksi)


#masyarakatadatdayak

#badanotoritaIKN

#IKNnusantara

#ibukotanegara

#wargadayak

#akomodirputradaerah

Tidak ada komentar