Breaking News

Masih Potensial, Harga Nikel Berada di Level USD22.402 Pekan Ini

Nikel (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Harga nikel berada di level USD22.402 per ton pada pekan ini, naik 8,42 persen dari pekan lalu. Menurut data tradingeconomics.com, dikutip Kamis (29/6/2023), secara harian harga nikel turun USD554 per ton atau 2,41 persen.

Sementara itu mengacu pada lme.com, Kamis (29/6/2023), harga nikel naik 0,18 persen berada di level USD23.034 per ton. Analis Trading Economics memprediksi harga nikel diperdagangkan di level USD22.058 per ton pada akhir kuartal II/2023. 

Sedangkan dalam waktu 12 bulan ke depan, harga nikel akan diperdagangkan sebesar USD19.569 per ton. Adapun forecast trading economics mencatatkan harga nikel untuk kuartal III/2023 di level USD21.195 per ton, USD20.366 per ton di kuartal IV/2023, dan USD19.570 per ton untuk kuartal I 2024.

Sebelumnya di awal tahun ini, Founder Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, harga nikel menguat sepanjang Desember 2022. Namun, pada Januari, harga mulai menunjukkan penurunan kecil yang bisa menjadi awal dari tren sideways jangka pendek.

Menurut Wahyu, sampai harga menembus kisaran baru, arah pasar akan tetap tidak jelas. Volatilitas pasar, bagaimanapun, akan tetap tinggi. 

"Ini terutama berasal dari volume keseluruhan yang lebih rendah di bursa London Metal Exchange (LME) dan meninggalkan risiko signifikan di pasar,” paparnya. Ia menambahkan, fundamental nikel lebih kuat dibandingkan beberapa komoditas mineral lainnya. 

Sebab, pasokan nikel memang lebih ketat dan kebutuhan teknologi kini masih menjadi andalan, khususnya untuk pembuatan baterai. Hal itu, lanjutnya, akan membuat pasar mengalami defisit pasokan pada 2026.

"Banyak produsen dan pengguna akhir di pasar juga memperkirakan bahwa permintaan sektor baterai akan nikel akan meningkat secara substansial. Mungkin mendekati 35% dari total permintaan pada tahun 2030,” bebernya.

Menurutnya, kondisi tersebut akan mempengaruhi pasar Indonesia secara signifikan. Selain itu, pelarangan ekspor nikel Indonesia juga bisa mempengaruhi harga.

"Diperkirakan produksi nikel akan meningkat, karena ada upaya peningkatannya di Indonesia. Ini bisa potensial mendukung surplus global dan harga nikel akan bereaksi sesuai dengan itu,” prediksinya.

Oleh karena itu, Wahyu memaparkan, nikel masih sangat potensial untuk diinvestasikan, baik dalam jangka menengah maupun panjang. Sebab, nikel adalah logam kritis yang penting dalam banyak teknologi energi bersih, dengan perkiraan permintaan akan melonjak di tahun-tahun mendatang. 

Pasokan nikel juga terbatas, dengan Indonesia, Filipina, dan Rusia menyumbang lebih dari 50% pasokan global. "Penggunaan baterai diharapkan menjadi pendorong utama permintaan logam nikel dalam beberapa tahun mendatang. Walaupun terkoreksi lagi nantinya, tetapi nilainya wajar,” yakinnya. (tim redaksi)


#harganikelglobal

#harganikel

#pasokannikel

#logamnikel

#perdagangannikel

Tidak ada komentar