Breaking News

Lindu Kembali Sambangi Kaltim, Kutai Barat Digoyang Gempa Magnitudo 4,6

Gempa bumi. (Ilustrasi/ Net)


WELFARE.id-Gempa bumi magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur, Selasa (20/6/2023) pukul 12.43 WIB. Gempa berpusat di darat dengan kedalaman gempa 10 kilometer.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, lokasi gempa beada di 0.29 Lintang Utara, 115.31. Bujur Timur atau 97 km BaratLaut Kutai Barat, Kalimantan Timur. "#Gempa Mag:4.6, 20-Jun-2023 12:43:37WIB, Lok:0.29LU, 115.31BT (97 km BaratLaut KUTAIBARAT-KALTIM), Kedlmn:10 Km #BMKG" lapor BMKG dalam unggahan akun twitter @infoBMKG, Selasa (20/6/2023).

Jenis dan mekanisme gempa bumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis kerak dangkal akibat proses deformasi di batuan. Menurut Kepala Stasiun Geofisika Manado Tony Agus Wijaya, berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Mahulu dan Samarinda dengan intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). 

"Hingga saat ini tidak terdapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut," terangnya.


Sempat Diguncang Gempa Beberapa Kali


Sebelumnya, wilayah timur Kaltim sempat dilanda lima gempa beruntun sepanjang Senin (5/6/2023) lalu. Menurut pantauan BMKG, lindu terjadi di wilayah pesisir Bontang dan Kutai Timur (Kutim) dengan getaran kurang dari magnitudo 5. 

Sehingga, hanya menggetarkan permukaan tanah dan relatif jauh dari permukiman warga. Gempa pertama, terjadi pada pukul 11.49 WIB di Sangatta, Kutim. 

Dengan magnitudo 3,1 pada kedalaman 10 kilometer. Selanjutnya, pada pukul 23.13 WIB pada kedalaman 11 kilometer timur laut Bontang yang bermagnitudo 4,4. Selang beberapa menit kemudian, pada pukul 23.24 WIB, getaran dengan magnitudo 4,3, terjadi di timur laut Sangatta pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa susulan selanjutnya pada pukul 23.47 WIB di kedalaman 70 kilometer timur laut Sangatta. Terakhir, gempa tercatat di wilayah timur laut Bontang pada kedalaman 11 kilometer sekitar pukul 23.13 WIB. 

Getaran gempa yang kelima disebut BMKG dirasakan sampai di Kabupaten Berau. "Lokasi gempanya di dekat Sungai Sangkulirang (Kutim). Dan kejadian seperti ini, sejak tahun 2022 sudah sering terjadi. Dengan getarannya kecil. Tetapi, kalau gempa kemarin cukup besar. Juga dirasakan di Bengalon (Kutim) dan sebagian Berau,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Balikpapan Rasmid, usai terjadinya gempa.

Ia memprediksi, lima gempa yang terjadi adalah gempa pendahuluan yang diduga dipicu aktivitas Sesar Mangkalihat. Salah satu sesar atau patahan aktif yang melewati wilayah Biduk-Biduk, Berau, dan terusan dari Sesar Palu Koro, patahan sesar mendatar yang memanjang dari utara-barat laut ke selatan-tenggara di Pulau Sulawesi.

"Gempa beruntun terjadi karena batuannya sudah tidak bisa lagi menahan. Karena stres akibat tekanan. Dan jenuh hingga akhirnya merembet. Karena gempa itu berulang, kemungkinan di masa depan akan terjadi lagi,” tuturnya. 

Dijelaskan Rasmid, Sesar Mangkalihat memiliki panjang sekitar 100 kilometer. Apabila 100 kilometer ini bergerak bersama, akan menimbulkan gempa dengan magnitudo 7,0.

Besar kemungkinan, sambungnya, lima kali gempa yang melanda Kutim dan Bontang, karena pergerakan patahan Mangkalihat sepanjang 10 sampai 20 kilometer. "Getarannya mungkin karena masih tertahan. Kalau berdasarkan panjang Sesar Mangkalihat sepanjang 100 kilometer itu bergerak, maka kemungkinan bisa memunculkan gempa dengan magnitudo 7,0,” tutupnya, kala itu. (tim redaksi)


#gempabumi

#gempadikaltim

#kalimantantimurgempa

#BMKG

Tidak ada komentar