Breaking News

Kritik Profesionalisme Polri, Koalisi Masyarakat Sipil Sumbar Gelar Demo di Hari Anti Penyiksaan Internasional

Demonstrasi. (Ilustrasi/ Ariawan Abhe)


WELFARE.id-Polda Sumbar kedatangan sejumlah massa demonstrasi. Mereka berasal dari Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat (Sumbar).

Diketahui, peserta aksi melakukan unjuk rasa pada momentum peringatan "Hari Anti Penyiksaan Internasional" yang diperingati setiap 26 Juni. Seorang orator, Muhammad Jalali mengatakan, warga sipil mengutuk keras masih adanya kasus penyiksaan yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian di Sumbar dalam penegakan hukum.

"Ketika masyarakat sipil berurusan dengan hukum kita selalu dipertontonkan ada 'salam tempel' bagi korban. Apakah seperti itu dibenarkan?" tanyanya dengan pengeras suara, dikutip Kamis (29/6/2023).

Ia menilai, bahwa di Indonesia masih ada aparat penegak hukum yang mengedepankan arogansi ketimbang profesionalisme dan humanisme. Utamanya, dalam menjalankan tugas, memeriksa tersangka kasus.

"Misalnya, penangkapan tersangka suatu kasus, ada penembakan di lokasi penangkapan, sedangkan di sana ada anak kecil. Itu adalah penyiksaan psikologis terhadap anak tersebut," ungkapnya memberi contoh.

Menurutnya, realita dan tudingan terkait profesionalisme Polri itu tak hanya terjadi di Sumbar, tapi juga di daerah lain. Dalam aksi tersebut, para peserta massa aksi lalu memasang berbagai spanduk di pagar Mapolda Sumbar.

Spanduk-spanduk tersebut bertuliskan 'Stop segala bentuk penyiksaan', 'Kita berhak untuk tidak disiksa, serta 'Aku kira polisi, ternyata tukang siksa #cuaks'. Lalu, ada juga spanduk bertuliskan 'penyiksaan yang dilakukan penegak hukum merupakan kultur yang tidak manusiawi', dan 'mahalnya keadilan bagi korban penyiksaan'. (tim redaksi)


#sloganstopkekerasan

#mapoldasumbar

#poldasumbar

#demonstrasimassa

#koalisimasyarakatsipilsumbar

#kritikprofesionalismepolri

Tidak ada komentar