Breaking News

Kebocoran Data Pribadi Marak, Bisa Dibuat Rekening Bodong untuk Penipuan

Penipuan online. (Ilustrasi/ Freepik)


WELFARE.id-Modus penipuan kian beragam. Pelaku penipuan online juga kini semakin mudah melancarkan aksinya. 

Mereka tidak perlu lagi membuka rekening bank untuk menampung uang hasil kejahatan, yang membuat mereka lebih mudah terdeteksi. Pasalnya saat ini justru marak ditemukan jual beli rekening bodong yang mudah ditemukan di media sosial.

Pakar keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengungkapkan, aksi ini muncul karena ada banyak kasus kebocoran data penduduk Indonesia. Hanya berbekal blanko KTP, pelaku bisa membuat KTP palsu dengan data asli.

"Ketika KTP ini digunakan untuk membuka rekening bank, maka akan sangat sulit bagi bank untuk mengidentifikasi keabsahan KTP ini secara fisik karena sekalipun blankonya palsu tetapi data NIK, nama, alamat dan lainnya adalah data asli dan fotonya tinggal digantikan dengan foto si penipu," ungkap Alfons dalam keterangan resmi, dikutip Senin (26/6/2023).

Kebocoran data kependudukan yang masif ini memungkinkan adanya rekening penampungan hasil kejahatan yang bisa didapatkan dengan mudah. Berdasarkan penelurusan Vaksincom, penipu tinggal mengeluarkan uang sekitar Rp500.000 untuk membeli rekening bodong yang telah dipersiapkan lengkap dengan kartu ATM untuk menampung hasil kejahatannya. 

Maka itu, ia berharap, OJK, perbankan, dan dompet digital diharapkan dapat membatasi pembukaan rekening bodong yang digunakan untuk nenampung hasil kejahatan. "Perlu ada audit apakah pembukaan rekening ini sudah melalui tahap yang benar, seperti meminta KTP dan mengecek keabsahan KTP tersebut dengan scanner chip KTP yang diberikan oleh Dukcapil. Sehingga pihak bank bisa mengidentifikasi KTP palsu yang digunakan untuk membuka rekening bodong," ulasnya.

Menurut Alfons, OJK dan pihak terkait dengan Satgas Waspada Investasi memiliki prestasi yang cukup baik dan berhasil menekan eksploitasi pinjaman online dengan meminta Google memblokir aplikasi pinjol baru di Play Store sebelum mendapatkan izin tertulis dari OJK. "Jadi sudah saatnya dibuat satgas baru khusus untuk mengatasi masalah badai scam atau penipuan ini. Bila tidak, badai scam tidak akan berhenti dan semakin banyak masyarakat yang menjadi korban," harapnya. (tim redaksi)


#OJK

#penipuanonline

#rekeningbodong

#scammer

#KTPbodong

#perbankan

#kebocorandatakependudukan

Tidak ada komentar