Breaking News

Kasus Dugaan Pungli Rutan KPK Senilai Rp4 Miliar, Aliran Dana Lewat Banyak Rekening dan Berlapis-lapis

Rutan KPK. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aliran dana dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Rutan KPK. Transaksi keuangan dalam kasus tersebut diketahui menggunakan cara transfer. 

Diduga ada lebih dari satu rekening yang digunakan. "Saya lupa (jumlahnya), tapi lebih dari satu rekening," kata anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris kepada wartawan, Jumat (23/6/2023).

Ia enggan berkomentar lebih banyak mengenai pemilik rekening tersebut. Ia hanya meminta masyarakat bersabar menanti hasil penyelidikan KPK terhadap kasus ini. 

"Dewas sendiri tidak tahu, makanya kita tunggu saja hasil penyelidikan KPK," harapnya. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron juga sempat menyampaikan bahwa pungli di rutan dilakukan melalui metode transfer. 

Bahkan, ia menyebut, uang yang diberikan menggunakan rekening berlapis. "Sekilas saja, bahwa dugaannya itu memang tidak langsung (ditransfer) kepada rekening pegawai-pegawai yang diduga tersebut. Memang diduga menggunakan layer-layer," ucapnya, dikutip Jumat (23/6/2023).

Ghufron menambahkan, rekening pihak ketiga itu digunakan untuk menyamarkan aliran dana. Kini, jelas dia, KPK masih melakukan pendalaman. 

"Itu semuanya masih dalam proses pemeriksaan, nanti kami akan konfirmasi kalau sudah ditemukan buktinya," janjinya.

Sebelumnya, Dewas KPK mengungkap adanya pungli Rutan KPK dengan nilai transaksi ditaksir mencapai Rp4 miliar. Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah.

"Periodenya Desember 2021 sampai dengan Maret 2022 itu sejumlah Rp4 miliar. Jumlah sementara, mungkin akan berkembang lagi," kata anggota Dewas KPK Albertina Ho.

Albertina menjelaskan, pungli ini dilakukan terhadap para tahanan di Rutan KPK. Dia menyebut, pungutan tersebut salah satunya dalam bentuk setoran tunai menggunakan rekening pihak ketiga. (tim redaksi)


#kasusdugaanpunglirutanKPK

#KPK

#komisipemberantasankorupsi

#pungutanliar

#pungli

#dewasKPK

#transaksipunglirutanKPK

Tidak ada komentar