Breaking News

Kapal Selam Titan Dipastikan Meledak di Dalam Laut, Tidak Ada Korban yang Selamat

Kapal selam Titan. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Setelah dinyatakan hilang sejak pekan lalu, pasukan penjaga pantai Amerika Serikat (AS) memastikan kapal selam Titan yang hilang saat hendak menjelajah bangkai kapal Titanic meledak di dalam laut. Lima penumpang di dalam kapal selam Titan milik OceanGate yang merupakan para miliarder itu juga dipastikan tewas.

Kepastian itu membawa akhir yang tragis bagi kisah pencarian darurat terhadap kapal wisata tersebut. Pejabat Penjaga Pantai AS juga telah memberitahu keluarga awak dan penumpang kapal Titan.

Harapan untuk menemukan para penumpang hidup-hidup terhapus ketika pasokan oksigen kapal selam diperkirakan habis dalam 96 jam sejak kapal itu hilang pada Minggu (18/6/2023) lalu. Penjaga Pantai juga mengumumkan bahwa puing-puing kapal selam telah ditemukan sekitar 488 meter dari lokasi Titanic di perairan Atlantik Utara.

"Ledakan kapal ini sangat dahsyat,” kata Laksamana Muda John Mauger dari Distrik Penjaga Pantai Pertama Boston, AS, melansir BBC, Jumat (23/6/2023). Setelah kapal selam dilaporkan hilang, Angkatan Laut AS menganalisis data akustik dan menemukan anomali yang konsisten dengan ledakan di sekitar lokasi operasi kapal selam Titan saat komunikasi terputus. Informasi ini diteruskan ke Penjaga Pantai untuk melanjutkan pencarian. 

"Kami sekarang percaya bahwa CEO kami Stockton Rush, Shahzada Dawood dan putranya Suleman Dawood, Hamish Harding, dan Paul-Henri Nargeolet, sayangnya telah hilang," kata OceanGate dalam keterangannya, Jumat (23/6/2023).

Mereka menyatakan kesedihan mendalam bersama kelima penumpang yang hilang dan setiap anggota keluarga mereka selama masa tragis ini. OceanGate berduka atas hilangnya nyawa kelima penumpang

"Ini adalah saat yang sangat menyedihkan bagi karyawan kami yang berdedikasi yang kelelahan dan sangat berduka atas kehilangan ini," imbuh mereka. OceanGate menghargai komitmen pihak yang berupaya untuk menemukan lima penumpang ini, kerja keras siang dan malam untuk mendukung kru mereka dan keluarga yang dinyatakan hilang.

"Ini adalah saat yang sangat menyedihkan bagi seluruh komunitas penjelajah dan bagi setiap anggota keluarga dari mereka yang hilang di laut. Kami dengan hormat meminta agar privasi keluarga ini dihormati selama masa yang paling menyakitkan ini," tulis mereka lagi.


Fakta Baru Terungkap


Berita hiruk pikuk pencarian para korban kapal selam Titan OceanGate juga dibarengi dengan terungkapnya sebuah fakta baru. Bahwa sebenarnya, diduga kapal selam tersebut memiliki masalah keamanan yang sempat diangkat oleh para pakar dan karyawan OceanGate, namun diabaikan.

Pada 2018 Will Kohnen, ketua komite peer-review group Marine Technology Society (MTS) tentang kapal selam berawak, melalui sebuah surat menyampaikan kepada pendiri dan CEO OceanGate Stockton Rush, kekhawatiran luas tentang Titan. Kohnen prihatin bahwa OceanGate memilih untuk tidak mensertifikasi Titan melalui pihak ketiga seperti American Bureau of Shipping atau DNV, yang memiliki standar tentang keamanan kendaraan bawah air.

Setelah pembicaraan Kohnen dengan Rush, OceanGate kemudian memberi tahu penumpang tentang sifat eksperimental Titan. Penumpang diminta menandatangani pernyataan sebelum naik Titan, untuk mengidentifikasinya sebagai "kapal selam eksperimental yang belum disetujui atau disertifikasi oleh badan pengawas mana pun yang dapat mengakibatkan cedera fisik, trauma emosional atau kematian."

Juga pada 2018, karyawan OceanGate David Lochridge, menyampaikan pada pimpinan perusahaan laporan teknis yang kritis terhadap proses penelitian dan pengembangan OceanGate untuk Titan. Secara khusus, Lochridge mengkhawatirkan bahan yang digunakan di lambung kapal dan kurangnya pengujian yang dilakukan di lambung kapal untuk mengukur kemampuannya menahan tekanan kuat dari perairan dalam.

Namun, Lochridge kemudian dipecat setelah menolak menerima keputusan desain OceanGate dan tidak akan mengizinkan pelayaran berawak apa pun tanpa pengujian lebih lanjut. Titan yang memiliki panjang 6,7 meter pertama kali melakukan perjalanan penyelaman hingga 4.000 meter (13.100 kaki) pada Desember 2018, menurut situs web perusahaan, dan pertama kali menyelam ke situs Titanic - sekira 3.800 meter di bawah Atlantik - pada 2021.

Setidaknya 46 orang telah berhasil melakukan perjalanan ke lokasi bangkai kapal Titanic dengan kapal selam OceanGate Titan pada 2021 dan 2022. Namun, mantan penumpang kapal itu sempat mengajukan pertanyaan tentang keselamatan kapal selam.

Salah seorang pelanggan pertama menggambarkan penyelaman yang dilakukannya ke situs tersebut dua tahun lalu sebagai misi bunuh diri. "Bayangkan sebuah tabung logam sepanjang beberapa meter dengan lantai dari selembar logam. Tidak ada ruang untuk berdiri atau berlutut. Setiap orang duduk berdekatan atau di atas satu sama lain,” kata Arthur Loibl, seorang pensiunan pengusaha dan petualang dari Jerman.

Ia juga berkisah, selama dua setengah jam turun dan naik lampu dimatikan untuk menghemat energi. Satu-satunya penerangan berasal dari tongkat pendar neon.

Penyelaman sering ditunda karena masalah pada baterai dan bobot penyeimbang. Secara total, perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 10 jam. (tim redaksi)


#kapalselamtitan

#oceangateexpedition

#kapalpenjelajahlaut

#kapalwisata

#korbankapalselamtitan

#kapaltitanic

#miliarder

Tidak ada komentar