Breaking News

Johnny G Plate Siap Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siapa "Nama Besar" yang Disasar?

 

Johnny G Plate. (Istimewa)


WELFARE.id-Kasus dugaan korupsi BTS Bakti Kominfo yang melibatkan eks Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memasuki babak baru. Johnny menyatakan diri siap menjadi Justice Collaborator (JC) untuk membongkar "nama besar" yang diduga mendapat aliran dana dari proyek BTS tersebut.

Sebelumnya, memang beredar rumor apabila dugaan korupsi tower BTS itu mengalir ke sejumlah petinggi partai. Kebenarannya memang belum terbukti.

Johnny mengajukan diri sebagai JC ke Kejaksaan Agung (Kejagung). "Pada prinsipnya Pak JGP bersedia menjadi JC," kata Kuasa Hukum JGP, Achmad Cholidin dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (13/6/2023).

Sang pengacara menyebut, kliennya siap mengungkap perkara ini dengan seterang-terangnya. Namun, sebut Achmad, hakim yang akan menilai di persidangan apakah tersangka layak menjadi JC atau tidak.

"Siapapun tidak akan menolak menjadi JC, karena rewardnya besar. Makanya, kalau dibilang mau, pasti mau. Biarkan hakim yang memutuskan apakah diterima atau ditolak," ujar dia.

Lebih lanjut Achmad mengatakan kesediaan Plate menjadi JC ini menyusul pernyataan Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh yang menginginkan agar kasus dugaan korupsi BTS ini dibuka seluas-luasnya dan terungkap siapa saja pihak yang terlibat. "Biar kasusnya jelas. Hal itu amini oleh pihak keluarga JGP, karena memang keluarga menginginkan adanya keterbukaan," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Achmad, Johnny Plate juga akan membeberkan siapa saja pihak yang paling bertanggungjawab dalam dugaan kasus korupsi ini. Menurutnya, sesuai dengan Keputusan Kominfo, pembangunan BTS ini sudah didelegasikan dan diserahkan kepada Badan Layanan Umum (BLU) BAKTI.

"Apakah tanah yang akan dibangun sudah dibebaskan atau tanahnya tidak ada sengketa, anggarannya berapa, jumlah BTS-nya yang dibangun berapa, yang tahu mereka. Yang mengetahui adalah Direktur BAKTI," bebernya.

Ia mengklaim kliennya, siap membongkar pihak-pihak yang terlibat dalam kasus korupsi dengan nilai kerugian negara Rp8,03 triliun tersebut. "Kalau ada berita-berita terkait pihak-pihak yang terlibat akan hal ini, Pak Johnny sendiri bersedia untuk mengungkapkan akan hal itu nanti dalam persidangan. Insya Allah siap,” tegas Achmad lagi.

Menanggapi rencana JGP mengajukan diri sebagai JC, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mempersilakan Johnny mengajukan Justice Collaborator atau JC dalam kasus korupsi proyek penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo Tahun 2020-2022. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Ketut Sumedana mengatakan, permohonan tersebut nantinya akan dipertimbangkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Namun, keputusan diterima atau tidaknya sepenuhnya menjadi wewenang daripada Majelis Hakim. "Silakan saja diajukan ke Penuntut Umum. Nanti akan dinilai dan dipertimbangkan apakah perlu direkomendasikan kepada Majelis Hakim yang menangani perkara tersebut dalam memperoleh keringanan hukuman," kata Ketut kepada wartawan, Selasa (13/6/2023).

Dalam perkara ini, Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI total telah menetapkan tujuh tersangka. Enam di antaranya ditetapkan sebagai tersangka korupsi, yakni Johnny G Plate selaku mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Anang Achmad Latif selaku Direktur Utama BAKTI Kominfo, Galubang Menak selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Irwan Hermawan selaku Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Yohan Suryanto selaku Tenaga Ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020, dan Mukti Ali selaku Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment.

Diberitakan sebelumnya, Jumat (9/6/2023) lalu, Kejagung juga sudah melimpahkan kasus tersebut ke tahap II, yang artinya, Johnny dan barang bukti kasus korupsi BTS sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel). Berarti, dalam waktu dekat Sekjen Partai Nasdem tersebut akan segera menjalani persidangan. (tim redaksi)


#johnnygplate

#mantanmenkominfo

#menterikomunikasidaninformatika

#eksmenkominfo

#kasusdugaankorupsiproyekBTSbaktikominfo

#kasusdugaankorupsi

#justicecollaborator

#kejagung

Tidak ada komentar