Breaking News

Jogja dan Pacitan Digoyang Gempa Besar M 6,0 Dini Hari Tadi, Diikuti 34 Kali Gempa Susulan

 

Gempa bumi. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Warga di selatan Jawa, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikagetkan dengan gempa yang cukup lama, Kamis (8/6/2023) dini hari tadi, pukul 00.04.55 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa bumi tektonik magnitudo 6.0 cukup keras.

Tak heran, sejumlah barang-barang milik warga pun ada yang terjatuh. Pun demikian dengan tiang dan lampu gantung terlihat bergoyang-goyang cukup kencang dan lama.

Banyak warga yang berhamburan ke jalan di tengah malam. Seorang warga bernama Lela, 45 tahun, menceritakan pengalamannya mengalami gempa bumi di tengah malam, saat dirinya hendak tertidur.

”Gempanya sekitar 30 detik dan goyangnya cukup kencang. Saya tadinya mau pergi tidur, tapi akhirnya lari keluar rumah,” ujarnya menceritakan pengalaman yang membuat deg-degan.

Hal serupa diungkap Miranti, 25 tahun, warga Sleman. Dia yang tinggal di rumah dua lantai, merasakan seluruh dinding, pintu, dan jendela bergetar. 

”Saya nggak menghitung ya berapa lamanya, tapi cukup lama juga,” singkatnya. Hasil analisis BMKG menunjukkan, bahwa gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M5,8.

Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 9,15° LS, 110,64° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 128 km arah Selatan Gunung Kidul, Jogjakarta, pada kedalaman 46 km. Dampaknya, gempa bumi dirasakan masyarakat yang tinggal di kota DIY dengan skala intensitas V Modified Mercally Intensity (MMI) atau getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, banyak orang terbangun, gerabah pecah, dan barang-barang terpelanting. 

Gempa juga dirasakan di daerah Slogohimo yang begitu besar. Sementara itu di daerah Ponorogo dengan intensitas IV MMI, gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah, dengan dampak gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding berbunyi.

Menurut Kepala Pusat BMKG Daryono, hasil monitoring menunjukkan telah terjadi sembilan kali aktivitas gempa bumi susulan. ”Hingga pukul 00.47 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi sembilan kali aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M 4,1,” jelasnya.

Gempa di laut selatan Gunung Kidul juga berakibat getaran sampai ke Pacitan, Jawa Timur. Gempa dengan kedalaman 10 km itu terjadi akibat subduksi lempeng Indo-Australia ke dalam lempeng Euroasia. 

Gempa yang terjadi sekitar pukul 00.04 WIB dan 00.21 WIB diketahui merupakan gempa tektonik di laut. Dengan jarak episentrum 128 km arah Selatan Gunung Kidul, dengan kedalaman 46 km. 

Berdasarkan episentrum gempa tersebut berjenis gempa dangkal yang memiliki mekanisme naik (thrust fault). "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal. Akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia," ulasnya lagi. 

Ia menambahkan, meski berada jauh di tengah laut, guncangan tersebut tidak berpotensi tsunami. "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini Tidak Berpotensi Tsunami," yakinnya.

 Hingga berita ini diturunkan, setidaknya terjadi 34 kali gempa susulan terjadi usai guncangan M 6,0 melanda Pacitan dini hari tadi. Sejauh ini tidak dilaporkan adanya kerusakan. 

BMKG juga mengonfirmasi gempa tidak berpotensi tsunami. Meski intensitasnya tergolong tinggi, namun gempa susulan yang terjadi justru diyakini mengurangi potensi gempa besar. 

Apalagi rerata kekuatannya di bawah M 4. Masyarakat pun diimbau tenang dan tidak panik. "Justru mengurangi potensi (gempa) besar. Jadi diharapkan dari gempa-gempa kecil potensi gempa yang besar berkurang," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggono, Kamis (8/6/2023).

 Upaya penyebaran informasi mitigasi kebencanaan terus dilakukan. Termasuk di antaranya melalui media sosial.

Masyarakat diminta terus memantau perkembangan melalui lembaga resmi pemerintah. "Hal itu penting sebagai bentuk pengurangan risiko. Jangan panik karena ketenangan adalah kunci dari kesiapsiagaan masyarakat," ucapnya.

BMKG mencatat gempa M 6,1 terjadi Kamis (8/6/2023) pukul 00.04 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 9.15 LS, 110.69 BT atau 117 kilometer Barat Daya Pacitan, kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. (tim redaksi)


#gempabumi

#gempajogja

#gempapacitan

#BMKG

#jenisgempadangkal

#gempaditengahlaut

#tidakberpotensitsunami

Tidak ada komentar