Breaking News

Insiden Penikaman Gemparkan Annecy Prancis, Pelaku Lukai 2 Korban Balita dan 2 Dewasa

 

Orang membawa senjata tajam.(Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Terjadi insiden berdarah di tepi danau Annecy di Pegunungan Alpen, Prancis yang tenang, Kamis (8/6/2023). Seorang pria yang terindentifikasi sebagai salah satu pengungsi Suriah, bersenjatakan pisau menikam empat anak prasekolah dan melukai dua orang dewasa dalam sebuah serangan acak.

Saksi menggambarkan, pelaku sempat berlarian di sekitar taman di tepi Danau Annecy dengan mengenakan bandana dan kacamata hitam, lalu mulai menyerang orang secara acak. Polisi bersenjata menangkapnya di tempat kejadian.

Keempat orang yang menjadi korban, termasuk seorang anak laki-laki Inggris dan seorang anak laki-laki Jerman, berada dalam kondisi kritis di rumah sakit setempat. Meski pelaku sudah tertangkap, namun belum diketahui jelas, apa motif serangan keji tersebut. 

Melansir AFP, Jumat (9/6/2023),  korban termuda dalam serangan di kota Annecy yang tenang itu baru berusia 22 bulan. "Bangsa ini terkejut,” cuit Presiden Emmanuel Macron dalam akun Twitter resminya, dikutip Jumat (9/6/2023). 

Ia menggambarkan serangan itu sebagai “sepenuhnya serangan pengecut.” "Korban anak-anak dan dewasa sedang berjuang antara hidup dan mati,” tambah Macron. 

Wali Kota Annecy Francois Astorg mengatakan, pikiran saya sekarang berada pada korban termuda yang masih berusia 22 bulan dan empat tahun. "Apa yang terjadi pagi ini di Annecy sangat mengerikan," ucapnya prihatin. 

Sedangkan Perdana Menteri Prancis, Elisabeth Borne langsung bergegas ke Annecy yang terletak sekitar 30 kilometer arah selatan dari kota Jenewa di Swiss. Borne mengatakan tersangka “tidak dikenal oleh dinas intelijen mana pun” dan tidak memiliki “riwayat masalah kejiwaan.”

Jaksa Lokal Line Bonnet-Mathis juga memastikan, tidak ada motif teroris dalam serangan tersebut. Menurut sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya, pria tersebut diketahui baru-baru ini bercerai dan berusia di awal 31 tahun. 

Penyerang itu sebelumnya tinggal selama 10 tahun di Swedia di mana dia diberi status pengungsi pada April. Setelah kejadian, sebuah video beredar luas di media sosial dan diduga adalah rekaman atas kejadian itu. 

Dalam video itu, seorang laki-laki yang berkacamata dan berpakaian serba hitam mengayun-ayunkan pisau, sementara orang-orang di sekitar berteriak minta bantuan. (tim redaksi)


#insidenpenikamandiprancis

#pelakudidugapengungsisuriah

#insidenberdarahdipegununganalpen

#kotaannecy

#kasuspenikamanacak

#korbanbalita

Tidak ada komentar