Breaking News

Hingga Akhir Tahun, BI Perpanjang Relaksasi Pembayaran Minimal Kartu Kredit

Kartu kredit.  (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Bank Indonesia (BI) kembali melakukan relaksasi untuk pembayaran minimal kartu kredit. Semula, BI menetapkan 30 Juni 2023 sebagai batas pembayaran minimal, lalu diperpanjang hingga 31 Desember 2023.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, stimulus kartu kredit juga diberikan untuk tingkat suku bunga kredit, hingga batas bayar denda. "Masa berlaku kebijakan batas minimum pembayaran oleh pemegang kartu kredit sebesar 5 persen dari total tagihan resmi diperpanjang. Selain itu, batas bayar denda keterlambatan pembayaran kartu kredit maksimal 1 persen atau Rp100 ribu juga menjadi berlaku hingga 31 Desember 2023," ucapnya usai Rapat Dewan Gubernur, dikutip Sabtu (24/6/2023).

Perry menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk memperkuat kebijakan sistem pembayaran dan meningkatkan efisiensi dalam rangka menjaga momentum pemulihan ekonomi. Adapun berdasarkan catatan BI, nilai transaksi kartu kredit per April 2023 naik 20,25% secara tahunan menjadi Rp30,79 triliun. 

Angka pertumbuhan ini melambat bila dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, yakni 30,6%. Bila diirinci, sebanyak 96,1% di antaranya atau Rp29,6 triliun merupakan sumbangsih dari transaksi belanja domestik. 

Sisanya, Rp617 miliar atau 2% dari total transaksi merupakan transaksi belanja di luar negeri.  Kemudian, bila dilihat dari volume, kartu kredit tumbuh 14,16% yoy menjadi 30,5 juta transaksi. 

Angka pertumbuhan ini lebih besar dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, yakni 10,85%. Adapun jumlah kartu beredar naik 5,19% yoy menjadi 17,42 juta keping.


Tips Penggunaan Bijak Kartu Kredit


Jika kamu pengguna aktif kartu kredit untuk transaksi, relaksasi yang ditawarkan BI tentu sangat membantu, asalkan, biasakan membayar tagihannya tepat waktu. Sebab jika meremehkan angka minimal pembayaran atau denda keterlambatan, maka penggunaan kartu kredit bisa jadi toxic untuk keuangan kamu.

Membayar denda keterlambatan, seminim apapun, sebaiknya dihindari karena akan sangat merugikan bagi kondisi keuangan pribadi. Melansir berbagai sumber, Sabtu (24/6/2023), berikut tips agar penggunaan kartu kredit tak jadi toxic bagi keuanganmu. 

Biaya keterlambatan kartu kredit adalah sejumlah nilai uang yang dikenakan oleh bank penerbit kepada nasabah pengguna kartunya akibat tidak membayar tepat waktu. Dalam hal ini, berarti pihak bank penerbit baru menerima pembayaran kartu kredit setelah melewati tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.

Di Indonesia, aturan biaya keterlambatan kartu kredit yang berlaku tahun 2023 adalah, nilai denda keterlambatan pembayaran kartu kredit sebesar 1% atau maksimal Rp100.000. Meski biaya keterlambatan kartu kredit di atas bukanlah nominal yang terlalu besar, namun menundanya terus menerus akan menyebabkan penumpukan denda, sehingga berefek:


- Mengganggu Arus Kas

Jika tagihan kartu kredit tidak dibayarkan tepat waktu, dampaknya akan mengganggu arus kas pribadi maupun keluarga debitur. Pasalnya, biaya keterlambatan kartu kredit bisa saja terpaksa diambil dari dana yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.


- Menurunkan Skor Kolektibilitas Kredit

Keterlambatan pembayaran kartu kredit dapat mengakibatkan skor kolektibilitas kredit debitur menurun. Hal tersebut dapat berdampak pada sulitnya debitur mengakses kredit atau pinjaman di masa mendatang.


- Menambah Jumlah Utang

Meskipun kartu kredit bermanfaat untuk membantu melakukan pembayaran saat belum tersedia dana, namun transaksi menggunakan kartu ini sama saja dengan menambah jumlah utang pribadi. Bila dibiarkan terus menerus apalagi sampai menunggak pembayaran, akibatnya total utang kamu dapat membengkak. 

Setelah mengetahui dampak-dampak yang dapat dialami jika menunda pembayaran, berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum pihak bank penerbit menjatuhkan biaya keterlambatan kartu kredit:

1. Aktifkan Pengiriman Surat Tagihan di Surel

Salah satu penyebab nasabah terlambat membayar kartu kredit adalah karena tidak menyadari adanya surat tagihan yang telah dikirimkan oleh pihak bank ke rumah ataupun kantor. Namun, hal tersebut sebenarnya bukan lagi menjadi suatu kendala di era digital saat ini, karena kamu dapat menggunakan tagihan dalam bentuk email. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pemberitahuan di perangkat yang digunakan sehari-hari tanpa perlu khawatir lupa mengecek surat fisiknya.


2. Lakukan Pembayaran Maksimal 3 Hari Setelah Menerima Tagihan

Untuk menghindari keterlambatan selanjutnya dapat kamu lakukan dengan membiasakan praktik disiplin setidaknya membayar maksimal 3 hari setelah tagihan diterima. Jika kamu konsisten melakukan hal ini, tentu tidak perlu khawatir akan dikenakan biaya keterlambatan kartu kredit. Selain itu, pastikan kamu juga memeriksa nominal pembayaran yang tertulis agar tidak membebani tagihan di bulan berikutnya.


3. Gunakan Fitur Autodebet

Jika kamu tidak ingin dipusingkan dengan pembayaran tagihan-tagihan secara manual, maka bisa memanfaatkan sistem autodebet di rekening tabungan. Dengan demikian, pembayaran tagihan akan secara otomatis masuk dan kamu tidak perlu khawatir melewati waktu jatuh tempo.


4. Batasi Penggunaan Kartu Kredit

Membatasi penggunaan kartu kredit. Nasabah bisa saja mengalami kesulitan membayar tagihan karena dana pribadi tidak cukup untuk menutupi nominal yang diminta. Oleh sebab itu, batasilah penggunaan kartu kredit bila kamu tidak benar-benar memerlukannya, sebelum tagihan serta biaya keterlambatan kartu kredit melambung tinggi. (tim redaksi)


#tipspenggunaankartukredit

#aturanbaruBI

#bankindonesia

#perpanjanganbatasbayarminimalkartukredit

#relaksasikartukredit

#pembayarandengankartukredit

#gayahidupmodern

Tidak ada komentar