Breaking News

Hemat dan Sederhana, Yuk Bunda Tularkan Anak-Anak Kita Gaya Hidup Minimalis

Gaya hidup minimalis. (Ilustrasi/ Shutterstock)


WELFARE.id-Gaung gaya hidup minimalis sepertinya sudah sangat kencang diperdengarkan oleh para praktisi di bidang ini. Kita pasti mulai mengenal nama Marie Kondo dan Fumio Sasaki yang tak pernah lelah membagikan tren gaya hidup minimalis.

Meskipun gaya hidup minimalis sudah menjadi populer dan mulai diterapkan oleh beberapa kalangan masyarakat, tapi sepertinya gaya hidup konsumtif masih menjadi pilihan yang sulit untuk ditinggalkan. Mindset konsumtif ke minimalis juga harus ditularkan sedini mungkin, kepada anak-anak kita.

Sebab, mengubah mindset konsumtif yang sudah tertanam puluhan tahun, tentu lebih sulit, ketimbang mencoba memasukkan gaya hidup serba minim itu ke anak dan remaja. Mereka akan lebih mudah mempraktekkan gaya hidup baru itu dalam hidup sehari-hari mereka.

Apalagi, terpaan dunia maya di media sosial terlampau kencang untuk mengubah sudut pandang anak dan remaja dari konsumtif ke minimalis. Otomatis, orang tua juga harus mulai mengubah konsep parenting, dari konsumtif ke minimalis. 

Maka itu, penting sekali bagi anak dan remaja dilatih mengendalikan atau menahan diri untuk memiliki barang yang diinginkan. Caranya ialah dengan mempertimbangkan kembali fungsi barang-barang yang diinginkan itu. 

Konsep hidup minimalis dapat mengajarkan seseorang terutama remaja untuk menjalani kehidupan yang sederhana tetapi tidak akan merasa kekurangan. Konsep hidup minimalis juga membantu memperbaiki manajemen keuangan. 

Maka dari itu, konsep ini dapat mempengaruhi masa depan anak dan remaja. Mereka, jadi terbiasa untuk menabung dan menahan diri untuk membeli suatu barang atau mainan. Melansir berbagai sumber, Jumat (16/6/2023), berikut langkah-langkah untuk memulai gaya hidup minimalis untuk anak dan remaja:


1. Kurangi Keinginan Belanja

Hidup dengan konsep minimalis menghindari dorongan untuk terus menerus membeli barang atau mainan baru. Anak dan remaja harus ditanamkan, bahwa kebahagian dan kepuasan jangka panjang tidak bergantung pada kepemilikan barang-barang baru, melainkan pada hubungan, pengalaman, dan pencapaian pribadi. 


2. Kurangi Kegiatan Multitasking 

Seorang minimalis berusaha untuk mengurangi kegiatan multitasking yang berlebihan dan fokus pada satu hal pada satu waktu. Hal ini membantu untuk merasakan diri lebih tenang, terfokus, dan menghargai setiap momen dengan lebih baik.


3. Kurangi Hambatan Digital 

Gaya hidup minimalis berusaha untuk mengurangi kebisingan digital dengan mengatur waktu layar dan membatasi paparan terhadap media sosial, email, dan pesan instan. Hal ini membantu dalam mengurangi gangguan dan menciptakan ruang untuk refleksi, dan koneksi sosial yang lebih dalam. Tentu ini sangat cocok diterapkan pada anak dan remaja, dengan memberi mereka jam bermain gadget dan game.


4. Kurangi Limbah dan Berkelanjutan 

Gaya hidup minimalis sering berkaitan dengan prinsip berkelanjutan. Minimalis berupaya untuk mengurangi limbah dengan membeli barang-barang berkualitas yang tahan lama, dan mendaur ulang sehingga dapat ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Ajarkan kepada anak dan remaja, untuk mengganti barang yang mereka pakai harus memenuhi syarat, apabila sudah usang, kekecilan, dan tidak layak pakai.


Manfaat Menerapkan Gaya Hidup Minimalis 


Tak sekedar bisa menekan rasa konsumtif dan bisa berhemat, gaya hidup minimalis juga bermanfaat besar, di antaranya:

1. Ketenangan Mental 

Lingkungan yang bersih dan minim kebisingan bisa membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Ini membuat mental pun bisa lebih dikelola dengan baik. Hal ini tentu sangat baik bila bisa dirasakan seorang anak dan remaja yang setiap hari mengalami tekanan di sekolah.


2. Kebebasan Finansial 

Mengurangi konsumsi barang-barang yang tidak diperlukan berarti seseorang akan menghemat uang. Dengan mengurangi pengeluaran yang tidak penting, dapat mengalokasikan sumber daya ke hal-hal yang lebih berarti. Anak dan remaja bisa belajar menabung atau belajar untuk berinvestasi bagi masa depan mereka.


3. Kualitas Hidup yang Lebih Baik 

Hidup minimalis bisa membantu seseorang untuk fokus pada perhatian dan sumber daya yang ada dan penting saja, maka dari itu dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Anak dan remaja bisa memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga, teman, mengembangkan hobi dan bakat, sekaligus bisa lebih meluangkan waktu belajar hal baru.


4. Keteraturan dan Efisiensi 

Dengan memiliki ruang yang teratur dan hanya barang-barang yang penting, anak dan remaja dapat meningkatkan efisiensi sehari-hari. Mereka tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari barang yang tersembunyi di antara kerumunan barang. 


5. Keseimbangan Hidup 

Gaya hidup minimalis membantu menciptakan keseimbangan antara waktu belajar, waktu bermain, dan hubungan dengan orang lain. Seseorang memiliki lebih banyak waktu dan ruang untuk menjaga keseimbangan yang sehat dalam diri anak dan remaja sendiri. Mereka juga jadi bisa merefleksikan diri dan mencintai diri mereka lebih ketimbang disalurkan kepada barang yang konsumtif. (tim redaksi)


#gayahidupminimalis

#tipsbelajargayahidupminimalisuntukanakdanremaja 

#menularkangayahidupminimaliskeanak

#mengubahmindsetkonsumtifkeminimalis

#mariekondo

#belajarmemilahkebutuhan

Tidak ada komentar