Breaking News

Hadapi Puluhan Dakwaan, Popularitas Donald Trump di Mata Republikan Tak Tergoyahkan

Mantan Presiden AS Donald Trump. (Istimewa/ AFP via Getty Images/ Steven Hirsch )


WELFARE.id-Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlihat siap menghadapi persidangan, Selasa (13/6/2023) waktu setempat. Dalam sidang kali ini, Trump didakwa atas tuduhan penimbunan dokumen rahasia milik negara.

"Kita semua harus kuat dan mengalahkan kaum Komunis, Marxis, Orang Gila Radikal Kiri yang secara sistematis menghancurkan negara kita," tulis Trump di sosial media, seperti melansir AFP. Jika terbukti bersalah dari sederet tuntutan yang diarahkan padanya, Trump terancam hukuman bui hingga puluhan tahun.

Dalam persidangan kali ini, Trump akan menerima tujuh dakwaan dari pengadilan. Salah satunya yang berkaitan dengan konspirasi. 

Ia bahkan disebut akan diamankan sebelum persidangan, dan menerima perlakuan layaknya terdakwa pemerintah Federal. Dalam surat dakwaan terbaru juga diperlihatkan foto kotak-kotak yang seharusnya berada di Arsip Nasional, yang ditumpuk di kediaman Trump di Palm Beach Mar-a-Lago.

Kotak berisi dokumen rahasia itu ditempatkan di ruang dansa, kamar mandi dan pancuran, ruang kantor, kamar tidurnya, dan ruang penyimpanan. Mantan presiden berusia 74 tahun itu telah menolak dakwaan setebal 49 halaman yang dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman sebagai "konyol dan tidak berdasar".

Ia telah berulang kali membantah melakukan kesalahan. Meski tengah dibelit masalah hukum dan ada kemungkinan dipenjara, popularitas Trump di kalangan pemilih Republik menjelang pemilihan presiden (Pilpres) AS 2024 tak bergeming.

Sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Senin (12/6/2023) kemarin menunjukkan, bahwa 81 persen dari Partai Republik menganggap tuduhan menyimpan dokumen keamanan nasional AS terhadap Trump bermotivasi politik. 

Melansir CNA, Selasa (13/6/2023), jajak pendapat tersebut juga menemukan Trump terus memimpin saingannya untuk pencalonan presiden dari Partai Republik dengan selisih yang lebar. Sekitar 43 persen dari Republikan yang mengidentifikasi diri mengatakan Trump adalah kandidat pilihan mereka, dibandingkan dengan 22 persen yang memilih Gubernur Florida Ron DeSantis, saingan terdekat Trump.

Pada awal Mei, Trump memimpin DeSantis 49 persen menjadi 19 persen, tetapi itu sebelum DeSantis secara resmi mengikuti perlombaan. Trump menuduh Presiden AS Joe Biden, seorang Demokrat, mengatur kasus federal untuk melemahkan kampanyenya. 

Biden menjaga jarak dari kasus tersebut dan menolak mengomentarinya. Trump berbicara kepada orang banyak yang antusias di Georgia selama akhir pekan dan tim kampanyenya mengatakan dia akan membuat pernyataan pada Selasa (13/6/2023) malam, ketika dia kembali ke New Jersey. 

Diberitakan sebelumnya, Trump dituduh dengan sengaja menyimpan arsip rahasia pemerintah, menolak untuk mengembalikan dokumen tersebut, dan berkonspirasi untuk mengalangi penyelidikan. Ia juga dituduh membagikan rahasia sensitif pemerintah AS dengan pihak-pihak yang tidak memiliki izin keamanan.

Pada Maret lalu, Trump juga didakwa atas tuduhan menyuap seorang bintang porno atas dugaan perselingkuhannya menjelang Pemilu 2020. Saat itu, Trump juga sempat ditahan setibanya di pengadilan, namun dibebaskan setelah menjalani sidang.

Trump juga dapat didakwa dalam dua kasus lainnya yakni atas upayanya membatalkan hasil Pemilu 2020 di Georgia dan perannya dalam menghasut serangan massa ke Gedung Capitol pada 2021. (tim redaksi)

#donaldtrump
#sidangperdanadonaldtrump
#kasusdugaanpenyimpanandokumenrahasianegara
#mantanpresidenASdonaldtrump
#donaldtrumpterancamdipenjara
#joebiden

Tidak ada komentar