Breaking News

Gerebek Rumah Mewah Ternyata Pabrik Ekstasi, Setengah Jam Bisa Produksi 3.000 Butir!

 

Pil ekstasi. (Ilustrasi/ Net)


WELFARE.id-Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Bea Cukai menggerebek pabrik narkoba di bilangan Sindang Jaya, Tangerang, Banten. Sebuah rumah mewah di kawasan perumahan elit Lavon Swan City Cluster Escanta 2 Nomor 5, Kampung Kawaron Girang, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, ternyata disulap menjadi tempat produksi narkoba jenis ekstasi.

Kepolisian menyita barang bukti sebuah alat cetak beserta bahan baku pembuatan pil ekstasi dalam penggerebakan, Jumat (2/6/2023). Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto mengatakan, alat cetak tersebut diperkirakan mampu memproduksi 3.000 pil ekstasi, hanya dalam waktu 30 menit atau setengah jam.

"Kalau home industry alat cetaknya nggak seperti ini. Ini kayaknya dalam setengah jam bisa 3.000. Jika tak segera dilakukan penindakan, dikhawatirkan beredar luas dan menimbulkan banyak korban," ucap Agus kepada wartawan, dikutip Senin (5/6/2023).

Agus menuturkan, penggerebekan dilakukan berawal dari informasi adanya pengiriman alat cetak pil ekstasi dari luar negeri. Berdasar hasil penyelidikan, Polri mendeteksi alat tersebut dikirim ke wilayah Jawa Tengah dan Banten. 

"Dari hasil penelusuran dan penyelidikan yang dilakukan, ini sudah ada produksi. Ini informasinya baru dua hari melakukan produksi ekstasi," imbuhnya.

Dalam perkara ini, pihaknya menangkap dua dari empat tersangka. Salah satu di antaranya merupakan mantan narapidana narkoba. 

"Sementara total tersangka yang ada di wilayah Banten dan Jawa tengah ada 4 tersangka. Ada dua tersangka yang di DPO (daftar pencarian orang)," rincinya.

Adapun sejumlah barang bukti yang disita dalam perkara ini di antaranya, 9.517 butir ekstasi, kapsul kuning 593 butir, dan kapsul hijau 300 butir, bubuk pink 9,7 kilogram, berbagai macam prekusor, berbagai jenis bubuk MD 43,7 kilogram, satu mesin cetak ekstasi, serta berbagai peralatan laboratorium. "Tentunya akan dilakukan langkah-langkah pengembangan dari penyidik dalam hal ini gabungan antara Bareskrim, Polda Banten, dan jajaran Bea Cukai untuk menelusuri asal usul daripada prekusor," imbuhnya.

Ia juga menyebut, pihaknya juga berjanji akan menelusuri siapa yang melakukan importasi mesin ekstasi tersebut, serta siapa yang mendanai daripada laboratorium gelap pembuatan ekstasi di dua wilayah Jawa Tengah dan Banten.

Atas perbuatanya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Juncto Pasal 132 Ayat 1 Subsider Pasal 112 Juncto Pasal 132 Ayat 1 lebih Subsider Pasal 113 Juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka pidana narkoba ini terancam dengan hukum maksimal pidana mati. (tim redaksi)


#penggerebekanpabrikekstasi

#pabriknarkoba

#pabrikekstasi

#pabrikekstasiditangerang

#bareskrimpolri

Tidak ada komentar