Breaking News

Gelontorkan Dana Rp1,35 Triliun, Petrosea Caplok 100% Saham KMS

PT Petrosea Tbk (PTRO). (Istimewa)


WELFARE.id-PT Petrosea Tbk (PTRO) dan anak usahanya, yakni PT Karya Bhumi Lestari, menuntaskan transaksi akuisisi 100% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS). Manajemen PTRO menjelaskan, bahwa KMS adalah pemilik sah menurut hukum dan pemegang manfaat dari 4.950 saham atau 99% kepemilikan PT Cristian Eka Pratama (CEP).

Petrosea (PTRO) mencaplok saham Kemilau Mulia Sakti (KMS) senilai USD90,56 juta setara Rp1,35 triliun dengan kurs nilai Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (USD). Pembelian saham 35.589.375 helai alias 35,58 juta lembar setara 99,93 persen itu, diakuisisi dari Insan Global Pawulang (IGP).

Selanjutnya, melalui anak usaha yaitu Karya Bhumi Lestari (KBL), Petrosea menyerok 25 ribu saham milik Mustakim Hamzah Musa (MHM), dan Said Rahmadi (SR) setara 0,07 persen saham KMS. Jadi, dengan penuntasan transaksi itu, Petrosea dan anak usaha 100 persen menguasai saham KMS. 

CEP bergerak di bidang operasi penambangan batu bara dan merupakan pemegang izin usaha pertambangan - operasi produksi (IUP-OP) dengan luas konsesi sebesar 4.776 hektare di 5 wilayah operasi yang terletak di Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. "Transaksi ini merupakan perwujudan dari strategi diversifikasi perseroan serta pengembangan usaha di sektor pertambangan dan energi dengan terus memperkuat kedudukan perseroan sebagai salah satu pemain utama dalam sektor pertambangan batu bara,” jelas manajemen Petrosea dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (28/6/2023).

Transaksi pengambilalihan saham KMS berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 29 tanggal 23 Juni 2023; Akta Jual Beli Saham No. 30 tanggal 23 Juni 2023; dan Akta Jual Beli Saham No. 31 tanggal 23 Juni 2023. "Transaksi ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan kinerja perseroan dan kelangsungan usaha, termasuk menjadikan perseroan sebagai sustainable resource company guna mendukung pengembangan sektor pertambangan Indonesia dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian negara serta seluruh pemangku kepentingan lainnya,” papar manajemen Petrosea.

Transaksi itu dilatari kepentingan untuk pengembangan perseroan. Maklum, sejak akhir 2019, perseroan telah meluncurkan strategi 3D, yaitu Diversifikasi, Digitalisasi & Dekarbonisasi, sebagai enabler dan pilar kunci untuk terus memberikan value proposition kepada seluruh pemangku kepentingan. 

Nah, dalam menjalankan strateginya, perseroan telah merumuskan kebijakan strategis untuk meningkatkan kinerja keuangan, dan operasional. Itu dilakukan melalui penyediaan jasa pertambangan & EPC terintegrasi, serta pengembangan business model inovatif sektor batu bara. 

Termasuk mengintensifkan diversifikasi usaha ke sektor mineral lainnya. Sebagai perusahaan dengan jejak langkah lebih dari 51 tahun, perseroan terus memperkuat berbagai kapabilitas secara berkelanjutan, termasuk melakukan kegiatan penambangan batu bara sebagai perwujudan rencana strategis untuk mengembangkan usaha sektor pertambangan, dan energi. (tim redaksi)


#PTpetroseatbk

#tambangbatubara

#PTROakuisisiKMS

#pembeliansaham

#sektorpertambanganbatubara

#PTRO

#pengembanganperusahaan

Tidak ada komentar