Breaking News

Gejala Serangan Jantung Pria dan Wanita Beda, Ini Penyebabnya

 

Perempuan terkena serangan jantung. (Ilustrasi/ Net)


WELFARE.id -Penyakit jantung koroner (PJK) menjadi salah satu "silent killer" penyebab kematian. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) PJK menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke.

Gejala dari penyakit jantung bisa berbeda untuk pria dan wanita. Gejala serangan jantung pada wanita dan pria bisa berbeda karena kondisi organ vital kedua jenis kelamin ini berlainan.

Melansir Cleveland Clinic, Rabu (14/6/2023), organ jantung wanita biasanya ukurannya lebih kecil daripada jantung pria. Selain itu, dinding pemisah ruang jantung wanita umumnya lebih tipis ketimbang milik pria.

Performa jantung wanita dan pria juga berbeda. Jantung wanita memompa darah lebih cepat daripada pria.

Kendati performanya lebih cepat, darah hasil pemompaan jantung wanita 10 persen lebih sedikit ketimbang jantung pria. Ketika wanita stres, denyut nadinya meningkat dan darah yang dipompa jantung jadi lebih banyak.

Sementara itu, ketika pria stres atau banyak tekanan, pembuluh darah arteri jantungnya menyempit, dan tekanan darahnya melonjak. Dengan kondisi dan performa jantung yang berbeda antara wanita dan pria, gejala serangan jantungnya juga berlainan.


Gejala Serangan Jantung pada Wanita


Melansir Heart Foundation, Rabu (14/6/2023), serangan jantung pada wanita biasanya terkait dengan kondisi seperti penyakit radang sendi, diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi. Beberapa gejala serangan jantung pada wanita, antara lain:

1. Nyeri dada, sesak dada, tekanan dada dan ketidaknyamanan dada (angina);

2. Sesak napas;

3. Nyeri di leher, rahang, tenggorokan, daerah perut bagian atas atau punggung;

4. Nyeri, mati rasa, lemas atau dingin pada kaki atau lengan jika pembuluh darah di area tubuh tersebut menyempit;


"Penting untuk memperhatikan gejala jantung dan mendiskusikan masalah dengan penyedia layanan kesehatan. Penyakit jantung (kardiovaskular) terkadang, dapat ditemukan lebih awal dengan pemeriksaan kesehatan secara teratur," tulis pernyataan di laman resmi Mayoclinic, Rabu (14/6/2023).

Sementara data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan, 17,5 juta orang di dunia meninggal, akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler, terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

Dari seluruh kematian akibat penyakit kardiovaskuler 7,4 juta (42,3%) di antaranya disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan 6,7 juta (38,3%) disebabkan oleh stroke. (tim redaksi)


#penyakitkardiovaskular

#penyakitjantungkoroner

#PJKpadawanita

#WHO

#gejalaseranganjantungpadawanita

#perbedaanorganjantungwanita

Tidak ada komentar