Breaking News

Fantastis, Uang Tabungan Siswa SD yang Raib di Pangandaran Ternyata Senilai Rp5 Miliar!

Ilustrasi/ Net


WELFARE.id-Niat hati ingin mengajarkan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) berhemat dan belajar menabung, justru berakhir uang tabungan raib. Jumlahnya pun fantastis, bukan jutaan hingga puluhan juta saja, data terkini menyebut, total tabungan siswa SD di Pangandaran, Jawa Barat yang diduga raib di tangan koperasi sekolah berjumlah Rp5 miliar!

Besarnya jumlah uang tabungan siswa itu tersebar di sejumlah sekolah yang ada di dua kecamatan. Bupati Pangandaran, Jawa Barat Jeje Wiradinata mengatakan, terungkapnya nominal uang siswa yang bermasalah itu, setelah pihaknya mengumpulkan para pihak terkait. 

Mulai dari kepala sekolah di Kecamatan Parigi dan Cijulang, komite, hingga tiga ketua koperasi. "Saya tadi lebih banyak mendengarkan apa yang terjadi. Terakhir, kita ingin menyelesaikan masalah. Mungkin di awal ini akan inventarisir berbagai data dan persoalan. Total semua hampir Rp5 miliar di dua kecamatan. Di kecamatan lain cukup bisa jalan," kata Jeje, dikutip Rabu (21/6/2023).

Uang tabungan siswa dengan jumlah Rp5 miliar itu, menurutnya terbagi di tiga koperasi. Koperasi-koperasi tersebut pun diketahui memiliki anggota yang berutang cukup banyak.

"Saya kritisi, cara meminjamkannya sederhana. Kalau di bank kan ada jaminan. Lalu ada survei dulu melihat kemampuan debitur. Ini tidak," paparnya.

Ia menjelaskan bahwa persoalan tabungan siswa yang tidak bisa diambil ini tidak lepas dari pandemi COVID-19. Uang tabungan siswa ini ada yang disimpan langsung di guru dan koperasi.

Dari dua skema penyimpanan itu, diketahui ada yang lancar dan ada pula yang mengalami masalah, bahkan mandeg. "Di Cijulang banyak di guru, kalau di Parigi 99 persen ada di koperasi," jelasnya.

Di Cijulang, lanjutnya, uang disimpan di koperasi, digunakan untuk simpan pinjam. Tapi kemudian macet dalam pembayaran. 

Selama ini yang meminjam adalah anggota koperasi, di mana mayoritasnya pesertanya adalah guru yang sudah pensiun. Dirinya berjanji akan menyelesaikan persoalan uang tabungan tersebut. 

"Kan di koperasi tidak ada fresh money. Kedua, uang di sana sini. Kami minta orang tua sabar. APBD juga tidak boleh menutup masalah ini, kecuali untuk beli aset. Kami minta kesabaran. Kami akan selesaikan. Kalau ini susah kita harus jual aset. Mereka (koperasi) juga sudah ok, namun langkah pertama adalah menagih debitur yang macet," bebernya lagi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Jawa Barat, akan berupaya membuat prosedur soal tabungan siswa. Hal itu merespons kasus tabungan siswa di sejumlah sekolah yang tak bisa diambil.

Ia menegaskan, kasus tabungan siswa yang tak bisa diambil tersebut tak boleh lagi terjadi. Maka itu, Pemkab berencana membuatkan prosedur agar tabungan siswa tetap aman dan dapat diambil ketika dibutuhkan.

"Kami akan minta buatkan prosedur tentang menabung di sekolah, sampai pada pengamanan uang tabungan itu,” janjinya. 

Sebelumnya, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran Darso mengatakan, masalah tabungan siswa yang tak bisa diambil terjadi di SDN 1 Cijulang dan SDN 2 Kondangjajar, Kecamatan Cijulang. 

Disdikpora kemudian menginventarisasi kemungkinan masalah serupa di sekolah lainnya. Ia menjelaskan, siswa menabung di sekolah merupakan kebiasaan sejak lama. 

Kegiatan itu disebut dilakukan untuk melatih peserta didik hemat dan belajar menabung sejak dini. Darso mengatakan, ada sekolah yang menyimpan uang tabungan siswa itu di koperasi. 

Pasalnya, kata dia, koperasi dianggap sebagai tempat yang aman untuk menyimpan uang, alih-alih disimpan oleh guru atau sekolah. "Sejak dulu sudah seperti itu dan selama ini berjalan dengan baik. Jadi, pihak sekolah menitipkan uang ke koperasi daripada disimpan di sekolah,” ulasnya.

Namun, dalam kasus tabungan siswa yang tak bisa diambil, koperasinya dalam keadaan kurang baik atau kolaps. Akhirnya, pihak sekolah tidak bisa mengembalikan uang tabungan siswa. 

"Jadi we riweuh (Jadinya repot),” ucapnya. Disdikpora Kabupaten Pangandaran pun mengevaluasi tabungan siswa di sekolah tersebut. 

Ke depan, lanjutnya, ada kemungkinan tabungan siswa ini dikerjasamakan dengan bank, seperti Bank BJB. Nantinya para peserta didik akan mempunyai rekening masing-masing.

"Jadi, anak-anak tetap bisa menabung, sekolah hanya memfasilitasi. Uang langsung ke bank yang dilindungi OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” tuntasnya. (tim redaksi)


#budayamenabung

#tabungansiswasdpangandaranraib

#tabungansiswa

#koperasisekolah

#koperasisimpanpinjam

#debitur

#bupatipangandaran

#jejewiradinata

Tidak ada komentar