Breaking News

Cuitan Denny Soal Koalisi Capres Dipatok Rp5 Triliun, Mahfud Sebut Gosip Politik

Denny Indrayana. (Istimewa/ net)

WELFARE.id-Ahli hukum tata negara Denny Indrayana kembali membuat heboh jagat politik tanah air. Setelah statemen kontroversialnya soal "bocoran" putusan Mahkamah Konstitusi (MK), ia kembali membuat geger dengan cuitan barunya.

Ia menyebut, ada sosok 'misterius' yang potensial sebenarnya bisa maju ke Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sosok rahasia tersebut, ia diklaim mendapatkan dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. 

Ulasan itu ditulis Denny Indrayana di situs integritylawfirms.com, dan linknya ditautkan di akun Twitternya @dennyindrayana sejak minggu lalu, namun baru dikutip media ini, Sabtu (17/6/2023).

Denny memberi judul ulasannya "Prof. Mahfud, Sumber Kredibel, dan Suap Rp 5 Triliun". Di awal tulisannya, ia menceritakan bagaimana kedekatannya secara personal dengan Menko Polhukam Mahfud MD.

Denny juga kembali menyinggung soal pemberian informasi perihal isu MK akan memutuskan sistem pemilu tertutup. Kemudian, Denny kembali membuka isi percakapannya dengan Mahfud soal dukungan di Pilpres 2024.

Meski mengaku mendukung Anies Baswedan, namun Denny sempat mendapat satu nama dari Mahfud yang dianggap pantas jadi capres. Namun, lagi-lagi Denny tak membeberkan nama tokoh tersebut.

Ia hanya mengatakan, Pilpres bisa tambah menarik bila yang dijadikan cawapresnya adalah Mahfud MD. Sayangnya, Mahfud memiliki dukungan kuat dari masyarakat bawah, tapi tak menarik pada level atas parpol.

Ia juga memprediksi, sosok tersebut bakal sulit untuk maju sebagai poros keempat dari capres yang saat ini sudah ada. 

Selain itu, menurutnya Mahfud tak memiliki dana triliunan rupiah sebagai salah satu syarat menjadi paslon pilpres. 

Ketika sang tokoh yang didukung Mahfud menyatakan tidak memilih seorang pimpinan sebagai cawapres, tapi masih membutuhkan parpolnya sebagai rekan koalisi. Sang ketum menyebut angka Rp5 triliun sebagai harga jual partainya. 

"Bagi saya, kalau sang tokoh fair itu menjadikan Prof. Mahfud cawapresnya, kontestasi akan lebih menarik. Sayangnya Prof. Mahfud punya arus dukungan kuat di masyarakat bawah, tapi tidak terlalu menarik pada level atas partai politik,” tuturnya.

Hal ini, lanjut mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM di era SBY itu, menandakan Pilpres RI masih transaksional. Namun, ketika dikonfirmasi wartawan, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD membantah isu yang dilempar Denny Indrayana soal partai politik mematok harga Rp5 triliun agar seseorang bisa menjadi calon presiden (capres) di Pemilu, ia justru menyebut itu hanya gosip politik. 

Ia menilai hal tersebut adalah gosip politik. "Enggak ada tuh, di mana. Enggak ada. Kalau yang saya tahu ada yang Rp5 T, Rp10 T, Rp1 T itu kan gosip. Namanya gosip kadangkala menjadi diskusi," kata Mahfud di Jakarta, dikutip Sabtu (17/6/2023).

Mahfud pun berkelakar soal ada tawaran untuk maju di Pemilu 2024. Sebelumnya, eks Menteri Pertahanan itu mengaku bahwa PKS mengharapkannya maju di Pemilu 2024 mendampingi bacapres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan. "Kamu kali yang nawarin," ujarnya sambil tertawa. (tim redaksi)


#menkopolhukam

#mahfudmd

#mantanwamenhukham

#dennyindrayana

#rumorkoalisicapresdipatok5triliun

#gosippolitik

#pemilu2024

Tidak ada komentar