Breaking News

Barisan Kolot Keberatan, Suku Badui Dalam Minta Sinyal Internet Mengarah ke Tanah Ulayat Dimatikan

 

Suku Badui. (Ilustrasi/ michaelksk94)


WELFARE.id-Jika daerah lain menginginkan jaringan internet yang stabil dan lancar, masyarakat di desa ini justru minta sinyal internet dihilangkan dari wilayahnya? Lah kok bisa?

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengaku telah menerima surat dari Kepala Desa Kanekes Saija, yang isinya meminta sinyal internet dihilangkan dari wilayahnya. Ternyata permohonan itu berasal dari warga adat Badui Dalam, mencakup wilayah yang diprioritaskan, yaitu Cikeusik, Cibeo, dan Cikartawana.

Adapun dua poin isi dari surat tersebut, antara lain poin pertama adalah permohonan penghapusan sinyal internet, atau mengalihkan pemancar sinyal (tower), agar tidak diarahkan ke wilayah Tanah Ulayat suku Badui dari berbagai arah. Sehingga Tanah Ulayat Badui menjadi wilayah yang bersih dari sinyal internet (blankspot area internet). 

Lalu yang kedua, memohon untuk membatasi, mengurangi atau menutup aplikasi, program dan konten negatif pada jaringan internet yang dapat mempengaruhi moral dan akhlak generasi bangsa. Kepala Desa Kanekes Saija menjelaskan, surat permohonan itu dikirim ke pemerintah usai melalui musyawarah dengan Barisan Kolot di Badui yang keberatan dengan dua tower yang memancarkan internet ke Tanah Ulayat Badui.

"Arahan dari Lembaga Adat Badui ada dua pemancar, satu di Cijahe dan kedua di Sobang. Kami minta sinyalnya diarahkan ke luar Badui,” pinta Saija, dikutip Jumat (9/6/2023).   

Bukan tanpa sebab, usulan tersebut sengaja dibuat dengan tujuan memperkecil pengaruh negatif dari internet kepada warga. Meski begitu, di Badui Luar, sinyal internet masih dibutuhkan untuk bisnis dan komunikasi. 

"Kalau di luar kan banyak yang usaha, jadi masih dibutuhkan untuk bisnis online," paparnya. (tim redaksi)


#sukubaduidalam

#sinyalinternet

#towerinternet

#bupatilebak

#sukubadui

Tidak ada komentar