Breaking News

Badai Mawar Terjang Jepang dan Tewaskan 1 Orang, Ribuan Warga Diminta Evakuasi

 

Badai Mawar di Jepang.( Istimewa/ Kyodo via AP)


WELFARE.id-Badai Tropis (Tropical Storm) Mawar yang bergerak di Samudera Pasifik membawa hujan deras dan angin kencang di sejumlah wilayah di Jepang. Informasi Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Sabtu (3/6/2023) pada pukul 03.00 waktu setempat, Mawar dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang bergerak ke timur-timut laut, kecepatan 35 kilo meter per jam atau 19 knot.

Tekanan udara pusat 980 hPa (hektopaskal), kata JMA. Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di tenggara 650 km (350 NM) dan barat-laut 390 km (210NM).

Prediksi JMA pada Sabtu sore, pukul 15.00 waktu setempat, Mawar akan menjadi siklon ekstratropis, bergerak ke timur-timur laut dan tekanan udara pusat 988 hPa. Melansir Nippon Hoso Kyokai (NHK), Sabtu (3/6/2023) melaporkan, hujan deras intensif (terus-menerus) karena Badai Tropis Mawar menghantam pantai Pasifik Jepang. 

Pihak berwenang mengatakan risiko bencana meningkat. Kedatangannya  di beberapa bagian Negeri Sakura menyebabkan hujan lebat.

Bahkan, dilaporkan, telah menewaskan satu orang serta menyebabkan dua orang hilang. Ribuan orang pun mendapat peringatan evakuasi dan terputusnya aliran listrik.

Genangan juga dilaporkan terjadi dari sisa-sisa kekuatan siklon Tropis Mawar yang kini diturunkan menjadi badai tropis. "Sekelompok tim penyelamat terdampak Topan Mawar di Toyohashi, di wilayah Aichi tengah, menemukan seorang pria berusia 60-an di dalam mobil yang terendam kemudian dipastikan tewas," kata seorang pejabat kota kepada AFP seperti dikutip dari Channel News Asia (CNA), Sabtu (3/6/2023).

Di Wakayama barat, di mana beberapa sungai meluap, para pejabat mengatakan kepada AFP bahwa mereka terus mencari satu pria dan satu wanita yang hilang di daerah tersebut. Di Jepang tengah dan barat, banyak perintah evakuasi - yang tidak wajib, bahkan di tingkat tertinggi - dikeluarkan pada hari ini, saat hujan mulai reda. 

Namun peringatan baru dikeluarkan di daerah yang dekat dengan Tokyo pada dini hari karena risiko banjir. "Sekitar 4.000 rumah tangga di daerah yang dekat dengan Tokyo mengalami pemadaman listrik," kata Tokyo Power Company.

Kereta peluru Shinkansen masih ditangguhkan antara Tokyo dan Nagoya, menurut Japan Railway. Tetapi kantor berita Jepang NHK mengatakan, layanan tersebut akan dilanjutkan sekitar tengah hari. (tim redaksi)


#badaitropismawardijepang

#badaitropismawar

#evakuasiwargajepang

#hujanlebat

#cuacaekstrem

Tidak ada komentar