Breaking News

Ada Indikasi Keterlibatan Orang Dalam, BTN Bongkar Modus Kejahatan Perbankan yang Rugikan Nasabah

 

Perbankan. (Ilustrasi/ mybusiness.com.au)


WELFARE.id-Kejahatan siber terus merebak. Sektor perbankan menjadi salah satu yang mendapat serangan masif belakangan ini.

Tak hanya terkait data pribadi nasabah, tapi juga pencurian isi rekening. Tidak mau membiarkan nasabahnya dalam kekhawatiran, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dalam membongkar indikasi kejahatan perbankan yang melibatkan orang dalam berinisial ASW dan SCP.

Corporate Secretary Bank BTN Ramon Armando mengatakan, perseroan telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya sejak 6 Februari 2023. Selain itu, Bank BTN juga telah meminta pemblokiran dana pada tiga bank yang diduga terkait adanya transaksi mencurigakan.

"Kami tidak mentolerir sedikitpun terhadap kegiatan yang diduga transaksi mencurigakan. Bahkan orang dalam yang terlibat sudah diberhentikan,” ujar Ramon dalam keterangan resmi, dikutip Senin (5/6/2023).

Ia menambahkan, atas laporan Bank BTN, pihak Polda Metro Jaya bergerak mengusut kasus tersebut. Pada 14 April 2023 lalu, Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan status kedua oknum tersebut sebagai tersangka.

Bahkan, tersangka ASW yang sempat buron, sudah tertangkap pada Rabu (31/5/2023). Ia menuturkan, kejahatan perbankan ini bermula dari adanya sejumlah pemilik dana yang bekerja sama dengan ASW untuk menempatkan dana di bank dengan janji mendapatkan suku bunga sebesar 10% setiap bulannya. 

Suku bunga tersebut tidak pernah ada di perbankan khususnya Bank BTN. Proses pembukaan rekening juga tidak sesuai dengan ketentuan bank.

"Para pemilik dana juga tidak pernah datang ke bank untuk membuka rekening dan tidak pernah memiliki buku tabungan maupun kartu ATM. Mereka telah beberapa kali menerima pembayaran imbal bunga dari ASW, namun kemudian pembayarannya tidak lancar dan terhenti,” bebernya.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur penawaran bunga tinggi dan tidak sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Masyarakat harus sadar jika ada penawaran dengan bunga tinggi dan diluar kewajaran pasti ada yang tidak beres dengan penawaran tersebut. Jangan karena bunga tinggi, masyarakat  jadi gelap mata dan tidak rasional,” imbaunya. (tim redaksi)


#bankBTN

#poldametrojaya

#moduspenipuanperbankan

#indikasilibatkanorangdalam

#OJK

#LPS

Tidak ada komentar