Breaking News

7 Dakwaan Hantui Donald Trump, Sidang Selasa Depan Terancam Langsung Ditahan

 

Donald Trump. (Istimewa/ net)


WELFARE.id-Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali didakwa oleh dewan juri pengadilan federal atas dugaan menyimpan dokumen rahasia pemerintah dan menghalangi proses peradilan. Dakwaan itu dijatuhkan, usai penyitaan puluhan ribu dokumen rahasia pemerintah AS di resort mewah milik Trump, Mar-a-Lago, di Florida.

Melansir Reuters, Sabtu (10/6/2023), dakwaan pidana yang penyelidikannya dimulai oleh Departemen Kehakiman AS itu bisa menjegal upaya pencapresan Trump di Pilpres 2024 mendatang. Seorang sumber yang memahami kasus Trump itu mengungkapkan, bahwa mantan Presiden AS itu menghadapi tujuh dakwaan pidana dalam kasus federal ini. 

Namun informasi detail soal dakwaan-dakwaan itu masih belum diketahui secara jelas. Dakwaan untuk Trump masih dirahasiakan dari publik, dan bahkan Trump sendiri belum melihat dokumen dakwaan untuk dirinya.

Kendati demikian, tim penasihat hukum Trump telah diberitahu soal adanya tujuh dakwaan sebagai bagian dari pemanggilan yang memerintahkan Trump hadir di pengadilan. Trump sebelumnya telah dijerat dakwaan pidana di pengadilan federal New York, yang persidangannya akan dimulai Maret tahun depan.

Dalam pernyataan via media sosial, Trump menyatakan dirinya telah dipanggil untuk hadir dalam persidangan di pengadilan federal di Miami, Florida, pada Selasa (13/6/2023) mendatang. Ia juga menegaskan dirinya tidak bersalah.

"SAYA SEORANG PRIA YANG TIDAK BERSALAH!" tegas Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social miliknya, dikutip Sabtu (10/6/2023). Rumornya, Trump akan ditahan setibanya di Pengadilan Federal Miami pada Selasa (13/6/2023) untuk menghadiri sidang dakwaan terkait dugaan menyimpan ribuan dokumen rahasia usai lengser dari Gedung Putih. 

Melansir ABC News, Sabtu (10/6/2023), memaparkan Trump akan diamankan dan diperlakukan sebagai terdakwa pemerintah federal. "Pemerintahan Joe Biden yang korup telah memberi tahu pengacara saya bahwa saya telah didakwa, tampaknya karena Boxes Hoax," ucap Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, dikutip Jumat (9/6/2023). 

Trump menyindir kabar dakwaan itu sebagai "berita yang sangat mengejutkan" karena ini merupakan dakwaan pidana kedua yang dilayangkan kepadanya. "Saya tidak pernah menyangka hal seperti ini bisa terjadi pada mantan Presiden Amerika Serikat," ucapnya seperti dikutip AFP.

Namun, Joe Biden bersikeras bahwa ia tidak mempunyai pengaruh terhadap Departemen Kehakiman dan tidak memengaruhi pihak departemen dalam penanganan kasus yang melibatkan mantan Presiden Donald Trump. "Saya jujur," tegasnya, dikutip Sabtu (10/6/2023).

Joe Biden membuat komentar itu dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak di saat Trump dan para pembantunya bersiap menghadapi potensi dakwaan dalam penyelidikan dokumen rahasia. Sebatas informasi, FBI menyita sekitar 11.000 dokumen setelah mengeluarkan surat perintah penggeledahan di Mar-a-Lago pada Agustus lalu. 

Trump juga dapat menghadapi tuduhan menghalangi keadilan setelah menghabiskan berbulan-bulan menolak upaya untuk mengembalikan ribuan dokumen rahasia tersebut.  Trump telah berulang kali membantah melakukan kesalahan. 

Pada Maret lalu, Trump juga didakwa atas tuduhan menyuap seorang bintang porno atas dugaan perselingkuhannya menjelang pemilu 2020.  Saat itu, Trump juga sempat ditahan sementara setibanya di pengadilan namun dibebaskan setelah menjalani sidang. 

Trump juga didakwa dalam dua kasus lainnya yakni atas upayanya membatalkan hasil Pemilu 2020 di Georgia dan perannya dalam menghasut serangan massa ke Gedung Capitol pada 2021. Trump pun mengetahui soal dakwaan terbarunya ini. (tim redaksi)


#donaldtrump

#dakwaan

#mantanpresidenAS

#dokumenrahasia

#departemenkehakiman

Tidak ada komentar