Breaking News

100 Juta Perempuan Indonesia Jadi Perokok Pasif, Ini Bahayanya Bagi Ibu Hamil

 

Perokok pasif. (Ilustrasi/ Dok.Klik Dokter)


WELFARE.id-Lebih dari 100 juta perempuan Indonesia jadi perokok pasif. Tak hanya sama berbahayanya dengan perokok aktif, wanita hamil yang menjadi perokok pasif bisa membahayakan kesehatan janin.

Asap rokok mengandung sekitar 7.000 bahan kimia berbahaya, seperti karbon monoksida, hidrogen sianida, dan benzena. Jika terpapar secara terus-menerus, asap rokok bisa menyebabkan kerusakan sel dan jaringan tubuh serta menimbulkan masalah kesehatan bagi siapa pun yang menghirupnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, setidaknya ada 8 juta kematian yang disebabkan oleh asap rokok dan 1,2 juta kasus di antaranya terjadi pada perokok pasif. Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau Hasbullah Thabrany mengatakan, lebih dari 100 juta perempuan Indonesia terpaksa menghirup asap rokok karena suami, anak, tamu, hingga tetangganya merupakan perokok. 

Fenomena membahayakan ini mengancam kesehatan perempuan terlebih jika ia adalah ibu hamil. "Itu jadi tantangan besar karena efek itu bisa mencapai janin atau anaknya, yang akhirnya bisa menumbuhkan stunting, lemahnya daya pikir calon bayi," jelasnya blak-blakan dalam acara diskusi bersama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Jakarta, dikutip Sabtu (10/6/2023).

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), meski tidak menjadi perokok aktif, perempuan jadi perokok pasif karena menghirup asap sisa pembakaran rokok di udara, yang hasilnya bisa menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker paru-paru. Bahkan, khusus untuk perempuan yang jadi perokok aktif bisa merusak kesehatan organ reproduksi, dan memicu berat badan bayi rendah. 

Pasalnya, asap rokok bisa menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), infeksi pernapasan, infeksi telinga, dan serangan asma pada bayi serta anak-anak. Selain itu, perempuan yang merokok lebih sulit hamil, bahkan berisiko tinggal tidak bisa hamil. 

Merokok atau menghirup asap rokok selama kehamilan juga bisa menyebabkan kerusakan jaringan pada bayi belum lahir, terutama di paru-paru dan otak. Beberapa penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara ibu perokok dan bibir sumbing. 

Bahkan peneliti juga menemukan hubungan tembakau dengan keguguran. "Ini karena karbon monoksida dalam asap tembakau bisa membuat bayi yang sedang berkembang tidak mendapatkan oksigen yang cukup," sebutnya.

Melalui sederet penelitian yang ditelaah Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu, maka ia menegaskan, stop memberikan asap rokok kepada mereka yang tidak merokok. Harus tumbuh kesadaran dari orang di sekitar ibu hamil, bahwa merokok bisa membahayakan janin.

Ditambah,  sarannya, Indonesia sangat membutuhkan makanan pokok sarat gizi. Apalagi, pemerintah sedang konsentrasi meningkatkan asupan protein yang sehat untuk ibu hamil dan anak-anak untuk mencegah stunting.

"Satu bungkus rokok bisa untuk membeli paling tidak 3 kilogram beras, paling tidak bisa membeli satu kilogram telur, bisa beli banyak tahu tempe menyehatkan bangsa," ulasnya.


Cara Agar Tak Jadi Perokok Pasif


Sebenarnya kita bisa menghindar dari paparan asap rokok, asal pandai memilih tempat dan berani bersikap. Berikut tips agar tak jadi perokok pasif:

  • Mengingatkan dengan sopan saat melihat orang yang merokok di sembarang tempat;
  • Menghindari tempat berkumpulnya para perokok dan lebih baik mencari area yang memiliki udara segar serta terbebas dari asap rokok;
  • Melarang orang merokok di dalam rumah agar Anda dan anggota keluarga yang tidak merokok terbebas dari paparan asap rokok;
  • Memilih ruangan bebas asap rokok saat berada di tempat umum, seperti warung, kafe, atau kantor;
  • Menggunakan masker saat keluar rumah untuk mengurangi paparan asap rokok. (tim redaksi)


#perokokpasif

#perempuanhamil

#ruanganbebasasaprokok

#merokok

#pakaimasker

#asaprokoksebabkanstunting

#stunting

Tidak ada komentar