Breaking News

AS Batal Bangkrut, Kongres Sepakat Naikkan Plafon Utang USD31,4 Triliun

 

Dollar AS. (Ilustrasi/ Net)


WELFARE.id-Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy akhirnya sepakat menaikkan plafon utang pemerintah federal menjadi USD31,4 triliun atau setara Rp467,86 kuadriliun (kurs Rp14.900) hingga 1 Januari 2025. Kenaikan plafon utang tersebut untuk mencegah terjadinya gagal bayar (default). 

Kesepakatan tersebut selanjutnya diajukan ke Kongres untuk pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung Rabu (31/5/2023) besok. Tepatnya 1 hari sebelum AS diperkirakan bangkrut karena gagal bayar dan tak punya amunisi keuangan lagi.

"Ini adalah kesepakatan yang merupakan kabar baik bagi rakyat Amerika," kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih, setelah menelepon McCarthy untuk memberikan penyelesaian akhir pada kesepakatan tentatif yang mereka buat pada Sabtu malam lalu, mengutip Reuters, Selasa (30/5/2023).

"Ini menghilangkan ancaman gagal bayar yang dahsyat, melindungi pemulihan ekonomi kita yang diperoleh dengan susah payah dan bersejarah," kata Biden. Melansir The Straits Times, Selasa (30/5/2023), kesepakatan untuk mencegah pemerintah AS dari gagal bayar utang akan menjadi yang pertama dalam sejarah, terjadi setelah negosiasi panas selama berminggu-minggu antara Biden dan kubu Partai Republik.

Dengan disepakatinya kesepakatan itu, AS bisa menangguhkan batas utang hingga 1 Januari 2025, membatasi pengeluaran dalam anggaran 2024 dan 2025, menarik kembali dana COVID-19 yang tidak terpakai, mempercepat proses perizinan untuk beberapa proyek energi, dan memasukkan persyaratan kerja tambahan untuk program bantuan pangan bagi masyarakat miskin.


Sentimen Positif Kesepakatan Plafon Utang AS


Sementara itu, sentimen positif usai kesepakatan kenaikan plafon utang AS sudah mulai terlihat dalam ekonomi global. Harga minyak kembali naik pada akhir perdagangan Senin (29/5/2023) kemarin.

Meski begitu, pasar tetap berhati-hati karena ada kekhawatiran suku bunga Federal Reserve (The Fed) kembali naik hingga menekan permintaan. Minyak mentah Brent naik 0,2% menjadi USD77,07 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,3% menjadi ditutup USD72,92 per barel.

"Euforia kesepakatan utang berkurang karena kekhawatiran meningkat untuk kenaikan suku bunga oleh Fed pada Juni," kata broker Liquidity Energy LLC, dikutip dari Reuters, Selasa (30/5/2023). Analis melihat kenaikan harga minyak dari itu hanya jangka pendek. 

Pasar memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada pertemuan 13-14 Juni, naik dari peluang 8,3% yang diprediksi sebulan lalu menurut Alat FedWatch CME. Kripto juga terpantau berada di zona hijau.

Melansir CoinMarketCap, Perdagangan Senin (29/5/2023) menunjukkan, Bitcoin menguat 3,43% dan menguat secara mingguan 5,35%. Ethereum sebagai koin dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua juga menguat 3,08% secara harian dan 5,89% secara mingguan.

Tujuh kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar seluruhnya berada di zona hijau, baik secara harian dan mingguan. Top gainers atau kripto yang memberikan imbal hasil terbesar dalam sepekan yaitu Polygon dengan kenaikan 9,96%.

Kenaikan plafon utang akan mendorong meningkatnya likuiditas. Sehingga nilai dari dolar cenderung berpotensi melemah dan pasar akan kembali melihat potensi dari kripto sebagai mata uang pengganti. (tim redaksi)


#kesepakatankenaikanplafonutangAS

#plafonutangAS

#presidenASjoebiden

#kriptodizonahijau

#hargaminyakdunianaik

#ASbatalbangkrut

Tidak ada komentar