Breaking News

54 Katering Haji RI Dipanggil, Wajib Ontime Sajikan Makanan atau Sanksi Menanti

 

Kuliner jemaah haji Indonesia. ( Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Ketepatan waktu pengiriman katering bagi jemaah haji Indonesia harus menjadi perhatian seluruh dapur penyedia. Untuk jemaah haji Indonesia, disediakan 54 dapur pemasok katering bagi jemaah Indonesia.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Mekkah mengumpulkan para penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Mekkah. Mereka diingatkan untuk melakukan persiapan terbaik dalam melayani jemaah haji. 

Jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan mulai tiba di Mekkah Al-Mukarramah pada 1 Juni 2023. Kloter pertama embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 01) akan menjadi rombongan pertama yang tiba di Kota Kelahiran Nabi. 

Mereka diberangkatkan dari Madinah usai menjalani ibadah Arbain atau salat wajib berjamaah di Masjid Nabawi selama 40 waktu. Kepala Bidang Katering Haji Muhammad Agus Syafi menegaskan, mereka diminta untuk cermat dalam distribusi, agar makanan layak dikonsumsi saat diterima jemaah haji.

"Agar diperhatikan semua aturan yang sudah disepakati, baik dari segi menu hingga waktu distribusi makanan," ujar Agus, dikutip Selasa (30/5/2023). Ia juga menegaskan, akan ada pengawas yang mengawasi setiap pelayanan konsumsi. 

"Perlu juga diingat bahwa akan ada sanksi bagi dapur yang terlambat dalam melakukan distribusi makanan kepada jemaah," tambahnya. Selama di Mekkah, jemaah haji Indonesia akan mendapat tiga kali makan. 

Untuk makan pagi, distribusi dilakukan dari jam lima sampai delapan, dengan batas maksimal waktu konsumsi adalah jam sembilan. Untuk makan siang, distribusi dari jam dua belas sampai empat belas, dengan batas maksimal konsumsi jam enam belas. 

Sementara untuk makan malam, distribusi dilakukan dari jam tujug belas sampai sembilan belas, dengan batas maksimal konsumsi jam dua puluh satu.  "Kita akan rutin melakukan visitasi ke dapur secara langsung untuk pengawasan proses produksi, pengolahan, dan distribusi,” yakinnya.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Pelayanan Konsumsi Daker Mekkah Benny Darmawan. Ia menambahkan, penyedia konsumsi jemaah haji harus benar-benar memperhatikan jadwal distribusi makanan. 

Proses distribusi ini sangat penting karena berhubungan dengan asupan makanan yang akan menunjang kesehatan para jemaah. "Kemasan konsumsi jemaah harus mempersiapkan tutup box lebih awal karena jemaah diperkirakan akan tiba di Mekkah tanggal 1 juni mendatang," rincinya lagi.

Menurutnya, jika ada dapur yang tidak menggunakan standar tutup box makan sesuai ketentuan yang telah disepakati, maka akan ada sanksi lain yang diberikan. Untuk diketahui, selama berada di Madinah, jemaah haji Indonesia disediakan makan tiga kali dalam sehari dengan cita rasa khas Indonesia. 

Masakan mereka disiapkan oleh 21 perusahaan atau dapur katering. Mereka harus siap melayani jemaah yang jumlahnya 221.000 jemaah haji. 

Di mana sekitar 64.000 jemaah terdiri atas lansia atau sekitar 30% dari total jumlah jemaah yang berangkat. Menurut Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Suviyanto, tahun ini menyiapkan 5,7 juta box makanan untuk jemaah haji Indonesia selama di Madinah.

Untuk gelombang pertama, ada 2,6 juta box, dengan perhitungan 98.000 jemaah dikali 9 hari dikali 3 kali makan. Sedangkan gelombang kedua, jumlah makanan yang disediakan mencapai 2,8 juta box karena jumlah jemaah mencapai 114.000 orang.

Dengan demikian, jika ditotal, kebutuhan konsumsi jemaah haji di Madinah mencapai 5,7 juta box. Untuk menjaga agar makanan yang disajikan bercitarasa Indonesia, bumbu yang digunakan dibawa langsung dari Indonesia.

Misalnya, kayu manis, gula, garam, minyak, kecap, lada, serai, dan bumbu lainnya. Juru masak juga berasal dari Indonesia.

Menu makanan dengan cita rasa khas Indonesia ini diharapkan lebih mudah diterima oleh jemaah haji, termasuk jemaah lansia. Sebab, rasanya seperti masakan Indonesia dan mudah dikonsumsi.

"Kami sudah siapkan chef yang sangat baik untuk mencicipi masakan sebelum didistribusikan ke jemaah. Jadi, chef ini akan keliling dapur untuk merasakan bumbu dan rasa masakan sebelum didistribusikan," terangnya.

Menu yang dipilih merupakan makanan nusantara yang sudah akrab dengan lidah orang Indonesia. Beberapa menu tersebut antara lain, nasi kuning, nasi uduk, oreg tempe, ayam woku, tumis jamur, dan lainnya. (tim redaksi)


#menukateringjemaahhaji

#kateringjemaahhaji

#jemaahhajiindonesia

#kateringhaji

#dapurpenyediamakanjemaahhaji

#sanksi

#menukulinernusantara

Tidak ada komentar