Breaking News

Xi Jinping Tarik Dubes RRT untuk AS, Buntut Ketegangan di Selat Taiwan dan Tes COVID-19 Wisatawan Tiongkok?

Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Presiden Tiongkok Xi Jinping menarik Qin Gang dari jabatan duta besar untuk Amerika Serikat. Bersamaan dengan hal itu, Xi Jinping juga menunjuk duta besar baru untuk sejumlah negara.

Melansir Reuters, Sabtu (7/1/2023), para duta besar yang ditunjuk Xi Jinping mewakili negara "Tirai Bambu" itu adalah Fu Cong sebagai duta besar untuk Uni Eropa (UE) menggantikan Zhang Ming, Zhu Qingqiao yang ditunjuk sebagai duta besar untuk Brasil, menggantikan Yang Wanming.

Selain itu, Hou Yanqi ditunjuk Xi Jinping sebagai duta besar untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), menggantikan Deng Xijun dan Yao Wen sebagai duta besar untuk Bangladesh menggantikan Li Jiming. Xi juga menunjuk Guo Zhijun sebagai duta besar untuk Komoro menggantikan He Yanjun.

Belum diketahui pasti alasan penarikan Dubes RRT untuk AS tersebut. Namun sebelumnya, pemberitaan memanasnya hubungan AS-Tiongkok di Selat Taiwan diduga sebagai pemicu sikap tegas Xi.

Ya, Selat Taiwan kembali memanas lantaran sebuah kapal perang Amerika Serikat berlayar melalui wilayah tersebut pada Kamis (5/1/2023) dan memicu kemarahan Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, kapal perang AS, dan kadang-kadang dari negara-negara sekutu seperti Inggris dan Kanada, telah berlayar melalui selat itu, memicu kemarahan Tiongkok, yang mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya.

Dalam sebuah pernyataan, militer AS mengatakan kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke Chung-Hoon melakukan transit. Transit Chung-Hoon melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Di sisi lain, Liu Pengyu, juru bicara kedutaan RRT di Washington mengatakan, Tiongkok dengan tegas menentang langkah tersebut dan mendesak Amerika Serikat (AS) untuk "segera berhenti memprovokasi masalah, meningkatkan ketegangan dan merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

"Kapal perang AS sering melenturkan otot atas nama kebebasan navigasi. Ini bukan tentang menjaga wilayah bebas dan terbuka," tegas pernyataan itu, dilansir Reuters, Sabtu (7/1/20230).

Ia juga mengatakan, Tiongkok akan terus waspada dan siap menanggapi semua ancaman dan provokasi kapan saja. "Tiongkok akan dengan tegas menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya," ucapnya lagi.

Seorang juru bicara Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok mengatakan, pihaknya segera mengorganisir pasukan untuk memantau dan menjaga transit kapal, dan "semua gerakan berada di bawah kendali". 

Tak hanya soal Selat Taiwan, Tiongkok juga sedang baper dengan AS gara-gara aturan baru di AS yang mengharuskan semua penumpang dari RRT wajib menunjukkan surat negatif COVID-19.

AS berkilah soal diskriminasi. Mereka hanya ingin memastikan, seluruh warga Tiongkok yang datang ke AS tidak membawa wabah Covid baru. Lonjakan kasus COVID-19 di Tiongkok lah yang membuat pejabat kesehatan federal Amerika Serikat mengambil langkah pencegahan penularan lebih lanjut.

Aturan itu mulai berlaku 5 Januari 2023. Pengecualian hanya diberlakukan pada penumpang berusia di bawah dua tahun.

Langkah yang diambil AS itu menyusul kebijakan serupa yang telah diberlakukan oleh India, Italia, Jepang dan Taiwan. "AS mengambil langkah proaktif guna melindungi kesehatan masyarakat Amerika dan waspada terhadap potensi munculnya varian COVID-19," kata pejabat kesehatan federal seperti dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (7/1/2023).

Pada kesempatan tersebut, pejabat kesehatan federal juga menyebutkan bahwa pemerintah Tiongkok tidak memiliki dan transparan dalam menyajikan data terkait COVID-19. "Ada gambaran terbatas tentang data urutan genomic, tentang varian yang terdapat di Tiongkok dalam basis data global. 

Selain itu, pengujian dan pelaporan kasus baru juga berkurang. Berdasarkan absennya data ini, semakin sulit bagi kami untuk mengidentifikasi varian baru yang menyebar ke AS," demikian kilah pejabat itu ketika berbicara pada wartawan 

Pembatasan tersebut akan berlaku untuk individu yang melakukan perjalanan dari wilayah Tiongkok daratan, Hong Kong, dan Makau. Termasuk mereka yang akan transit sebelum menuju ke tempat lain. (tim redaksi)

#hubunganpolitikASTiongkok
#tiongkok
#RRT
#AS
#selattaiwan
#aturantesnegatifcovid19
#wisatawantiongkok
#diskriminasi
#presidentiongkokxijinping
#penarikandubestiongkokdariAS

Tidak ada komentar