Breaking News

Waspada! Ini Saran Dokter kepada Orangtua tentang Cara Memilih Mainan untuk Anak

Ilustrasi mainan anak yang edukatif. Foto: net

WELFARE.id-Mempunyai anak balita perlu ekstra hati-hati dalam memilih mainan. Pasalnya, mainan yang baik bakal merangsang tumbuh kembang anak dengan baik tapi sebaliknya, mainan asal-asalan akan berdampak buruk terutama bagi kesehatan anak.

Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak dr D Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH, menyebutkan sejumlah hal yang perlu orangtua perhatikan saat memilih mainan atau permainan untuk anak di bawah usia lima tahun (balita). 

Para orangtua juga diminta memilih mainan yang dapat meningkatkan aktivitas fisik. "Lihat sisi keamanan, disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak dan kalau bisa untuk meningkatkan aktivitas fisik dan keterampilannya," ujarnya dikutip Senin (16/1/2023).

Selanjutnya, dr Benie juga meminta orangtua sebaiknya memperhatikan ukuran mainan dan memilih yang tidak terlalu kecil karena balita cenderung memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya sehingga berisiko tersedak. Karena itu sebaiknya, pilih mainan yang kokoh sehingga bagian-bagian tak mudah terlepas saat ditarik atau diputar.

"Pastikan semua bagian-bagian mainan itu tidak mudah terlepas, pastikan mainan yang misalnya untuk diremas cukup besar, jadi kalau dimasukkan ke mulut anak aman karena tidak muat," ujar Bernie lagi.

Berikutnya, perhatikan bentuk mainan dan pastikan tidak runcing sehingga bisa membahayakan anak atau terbuat dari plastik yang mudah menjadi potongan kecil yang berbahaya bagi anak. 

Bahan material mainan anak juga harus aman, begitu juga dengan bagian mekanisnya yang harus tidak membahayakan saat sedang difungsikan. Khususnya mainan yang bersuara pastikan suara yang dihasilkan aman.

Menurut Bernie juga, untuk anak usia nol hingga enam bulan, ada pilihan permainan yang tersedia dan bahkan tak membutuhkan alat semisal untuk bermain cilukba.

"Aspek yang diajarkan melihat, mengamati, auditori kita latih, membuat anak menoleh dan ini meningkatkan bonding. Selain itu bisa juga bercermin, biasanya anak senang sekali melihat wajahnya," paparnya juga.

Dia menyarankan pada anak usia 7 hingga 12 bulan, orangtua bisa memilih mainan dengan cahaya untuk melatih kemampuan visual, ring stacking untuk melatih konsep ukuran, warna dan bentuk ataupun boneka tangan.

Sementara untuk anak satu hingga tahun, pilihan mainan dapat berupa puzzle sederhana dengan ukuran besar, mudah dipegang dan diletakkan anak. Selain itu, permainan corat-coret dengan modal kertas dan crayon untuk membantu memperkenalkan warna, mengajarkan anak membuat bentuk.

"Mainan peralatan rumah tangga sebenarnya yang kami sarankan, jadi enggak usah beli mainan yang mahal-mahal, gunakan yang ada di rumah semisal sendok, piring (bukan yang mudah pecah)," tandas Bernie lagi. 

Dia menambahkan, bermain merupakan salah satu bentuk stimulasi yang bisa orangtua gunakaan untuk bukan hanya pertumbuhan tetapi juga perkembangan dan perilaku anak. Menurut dia, pendampingan orangtua menjadi hal penting dalam bermain dan memilih mainan anak sekaligus bonding dengan anak. (tim redaksi)


#edukasi
#permainananak
#famili
#mainancerdas
#hindarianaktersedak
#dokteranak
#mainankhususanak

Tidak ada komentar