Breaking News

Usai Dipenjara 20 Tahun, Pejabat Intelijen AS yang Jadi Mata-Mata Kuba Dibebaskan

Ana Belen Montes yang mendapatkan pengampunan keluar dari penjara. Foto: AP

WELFARE.id-Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Joe Biden mengampuni Ana Belen Montes, salah satu pejabat dengan pangkat tertinggi di AS karena terbukti menjadi mata-mata untuk Kuba.

Ana Belen Montes bebas setelah menjalani penahanan selama 20 tahun di penjara. Pembebasan Montes dikonfirmasi Biro Penjara AS, pada Sabtu (7/1/2023).

Untuk diketahui pada 2002 lalu, Montes mengaku bersalah atas konspirasi untuk melakukan spionase setelah ia dituduh menggunakan posisinya sebagai pejabat Badan Intelijen Pertahanan (DIA) untuk membocorkan informasi termasuk identitas sejumlah mata-mata AS pada Kuba.

Pada usia 45 tahun, Montes divonis 25 tahun penjara oleh pengadilan federal AS. Montes yang keturunan Puerto Rico mulai bekerja di DIA pada 1985 dan naik jabatan dengan cepat menjadi analis Kuba.

Jaksa mengatakan Montes menerima pesan rahasia yang berupa angka dari Havana melalui gelombang radio pendek. Kemudian ia mengetikan angka-anak itu ke dalam perangkat pemecah kode di laptopnya untuk diterjemahkan menjadi teks.

Montes dituduh memberikan identitas empat mata-mata AS pada Kuba. Serta informasi-informasi rahasia milik Pemeritah AS lainnya kepada agen intelijen Kuba. Tapi aksinya itu terbongkar. Montes ditangkap pada 21 September 2001 sebelum AS menginvasi Afghanistan. 

Pengacaranya, pakar kasus spionase bersikeras kalau Montes bekerja sama tanpa syarat. Ia divonis satu tahun kemudian. Montes berpendapat ia mengikuti hati nuraninya karena kebijakan AS pada Kuba keji dan tidak adil.

"Saya merasa berkewajiban membantu negara pulau itu membela dirinya dari upaya kami memberlakukan nilai-nilai dan sistem politik kami yang keji kepada negara itu," kata Montes. 

Hakim Ricardo Urbina yang memvonisnya memutuskan Montes membawa warga negara AS dan "seluruh bangsa" dalam risiko.

Urbina memerintahkan saat Montes bebas ia harus diawasi selama lima tahun. Akses internetnya dipantau dan dilarang bekerja untuk pemerintah dan mengontak agen asing tanpa izin.

Selama pemerintahan Presiden Joe Biden, AS melonggarkan beberapa sanksi pada Kuba tetapi mempertahankan embargo era Perang Dingin dengan negara pulau tersebut. 

Hingga kini, AS juga meningkatkan pembatasan pada imigran ilegal saat gelombang imigran dari negara itu masuk memecahkan rekor di tengah inflasi dan kelangkaan obat-obatan di Kuba. (tim redaksi)

#amerikaserikat
#mata-mata
#pejabatintelijen
#pengampunan
#dikeluarkandaripenjara
#anabelenmontes
#badanintelijenpertahananamerika

Tidak ada komentar