Breaking News

Toxic Relationship Terus Meningkat, Ini Dia Ciri-Cirinya!

Ilustrasi 

WELFARE.id-Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali meningkat akhir-akhir ini. Rina Bakrie, Direktur Eksekutif Yayasan Puspa menjelaskan, KDRT merupakan perbuatan yang membuat timbulnya kesengsaraan, penderitaan secara fisik, seksual, psikis, penelantaran ekonomi, juga ancaman yang membuat takut dan cemas. 

"Data komnas perempuan perkembangan KDRT tiap tahun meningkat. 5 tahun terakhir cukup tinggi hingga 68 persen terutama dipicu pandemi” ujarnya dikutip Selasa (17/1/2023). 

Kekerasan dalam rumah tangga termasuk dalam toxic relationship atau hubungan toksik. Dianggap lumrah, kasus ini kadang kala sulit disadari sekalipun menunjukkan ciri-ciri yang jelas. 

Untuk itu, penting mengetahui ciri-ciri hubungan toxic agar segera sadar dan tidak terjebak di dalam hubungan tersebut. Sebab, toxic relationship dapat melukai fisik dan mental seseorang secara jangka panjang. 

Melansir Healthline, toxic relationship adalah hubungan 'beracun' yang dapat menimbulkan perasaan tidak bahagia meski terus menghabiskan waktu bersama pasangannya. 

Kondisi ini bisa muncul meski kamu mungkin merasa sangat mencintai pasangan. Namun, selalu saja ada cekcok alias pertengkaran di dalam hubungan. 

Bahkan, pertengkaran sering terjadi karena hal-hal kecil dan sepele. Alhasil, sering kali korban hubungan toxic merasakan kelelahan secara fisik maupun mental. 

Padahal, hubungan percintaan seharusnya dibangun dengan hal-hal menyenangkan dan menimbulkan rasa cinta serta percaya di antara kedua orang dalam hubungan tersebut. Namun, hal ini tak terjadi di hubungan toxic. 

Berikut ciri-ciri hubungan toxic yang perlu kamu ketahui. 

1. Pasangan tidak mendukung 

Tanda-tanda hubungan toxic adalah pasangan tidak mendukung keputusan, karier, dan hal apa pun yang kamu lakukan. Hal ini bisa terjadi karena pasangan tidak peduli dengan pencapaian kamu atau bahkan sedang berkompetisi dan mereka tidak mau kalah. 

Padahal, hubungan yang sehat seharusnya saling mendukung dan ikut bahagia ketika pasangan dapat mencapai keinginannya. Selain tidak ada dukungan, kepercayaan kamu yang mulai berkurang terhadap pasangan juga bisa menjadi pertanda bahwa hubungan yang Anda jalankan toxic. 

2. Penuh kata-kata sarkasme 

Hubungan juga bisa terasa toxic jika cara komunikasi kamu dengan pasangan dipenuhi dengan kata-kata sarkasme alias penuh kata-kata pedas dan sindiran. Sebagian mungkin akan merasa terhina jika mendapat kata-kata sarkasme dari pasangannya. 

3. Cemburu buta 

Cemburu buta juga menjadi racun dalam hubungan. Rasanya, pasangan terus menerus memberi rasa curiga terhadap gerak-gerikmu. Bahkan, hal ini bisa berlangsung secara terus-menerus dan tanpa alasan yang logis alias cemburu buta. 

4. Pasangan terlalu banyak mengontrol 

Jika pasangan selalu bertanya kamu di mana, dengan siapa, dan pertanyaan lain yang sangat mendetail, ini juga bisa menjadi pertanda hubungan toxic. 

Bahkan, sering kali kamu dihujani banyak chat dan telepon masuk. Hal ini termasuk dalam kondisi pasangan mengontrolmu dan ini tanda hubungan toxic. 

5. Penuh dendam 

Ciri-ciri hubungan toxic berikutnya adalah hubungan penuh dendam. Pasangan seolah menyimpan dendam dan membiarkan berbagai unek-uneknya menumpuk di hatinya. 

Hal ini juga berlaku jika kamu yang memendam keluhan kepada pasangan, tetapi tak berani untuk bicara karena ada rasa takut. Satu sama lain jadi tidak menaruh kepercayaan dalam hubungan. 

6. Tidak jujur 

Hubungan toxic dalam pacaran juga bisa ditandai dengan perkataan yang tidak jujur. Misalnya, soal dengan siapa kamu pergi, pergi kemana dan lainnya. 

Hal ini mungkin terjadi karena kamu takut pasangan akan marah. Bisa juga ketidakjujuran ini karena Anda ingin menghindari momen 'ketemuan' di antara kalian. 

7. Stres terus-menerus 

Jika kamu merasa stres terus menerus ketika menjalin hubungan dengan seseorang, bisa jadi ini tanda hubungan toxic. Padahal, hubungan seharusnya bisa memberikan kedamaian, namun hal ini justru tidak terjadi. 

Lalu, apakah hubungan toxic akan selalu berakhir? Sebenarnya tidak selalu, namun perlu usaha keras untuk bisa memperbaikinya dari kedua belah pihak. Berikut cara memperbaiki hubungan toxic. 

Ketika sama-sama cinta tetapi sadar memiliki hubungan toxic, keduanya bisa memperbaiki hubungan dengan sikap mau berubah. Hal ini tidak bisa hanya ada pada salah satu orang saja, namun harus keduanya. 

Selain itu, daripada saling menyalahkan, cobalah untuk memahami keinginan atau harapan satu sama lain. Barangkali, ada jalan keluar dari hal-hal yang tidak cocok. 

Jangan lupa, mulailah terbuka dengan pasangan. Jangan ada hal-hal yang ditutupi hanya karena takut dia marah atau sebagainya. Selain terbuka dengan pasangan, kamu juga bisa mencoba bantuan konseling pasangan untuk membuat hubungan jadi lebih terbuka. 

Terkadang, perlakuan buruk yang menimbulkan hubungan toxic dengan pasangan bisa terjadi karena masalah yang sebenarnya tidak berasal dari hubungan. 

Jika hubungan toxic terjadi karena ada hal yang salah dari diri kamu, misalnya trauma di masa lalu atau bertambahnya tekanan, namun diri belum bisa menerima. Cobalah untuk melakukan terapi dengan para ahli. (tim redaksi) 

#kdrt
#toxicrelationship
#hubungantoksik
#ciriciritoxic
#caramengatasihubungantoxic

Tidak ada komentar